Ica Khaerunisah Penulis lepas yang suka kopi sachet

TRIK MENGHINDARI MODUS PEMERASAN SAAT TAHALLUL

1 min read

TRIK MENGHINDARI MODUS PEMERASAN SAAT TAHALLUL

Perbedaan bahasa memang biasanya menjadi salah satu penghambat untuk kita bisa leluasa melakukan berbagai hal di negara orang. Hal itu juga berlaku saat kita berada di tanah suci. Bahkan, kalau kita nggak berhati-hati, modus pemerasan saat tahallul juga bisa kita alami. Biasanya untuk melaksanakan tahallul kebanyakan jamaah laki-laki akan lebih memilih untuk mencukur habis seluruh rambut atau membuat kepala mereka gundul. Selain karena mencukur gundul adalah sunnah, hal itu juga sering dilakukan karena dirasa akan lebih mantap sebagai tanda sudah melakukan tawaf dan sai. Saat ingin mencukur rambut inilah, kita perlu untuk berhati-hati. Jangan sampai keterbatasan kita berbahasa Arab membuat kita jadi tertipu.

 

Setelah menyelesaikan tawaf dan sai nanti, kamu mungkin akan bertemu dengan banyak orang Bangladesh atau Pakistan yang menawarkan jasa cukur rambut. Mereka akan menunggu para jamaah di dekat Masjidil Haram. Nah, sebenarnya kehadiran mereka akan bisa membantu kita melaksanakan tahallul. Membuat kita nggak usah bingung-bingung untuk mencukur rambut. Harganya juga dipatok sekitar 10 sampai 20 Riyal Saudi. Belum lagi kalau kita bisa menawar. Kita bisa mendapat harga yang cukup murah yaitu sekitar 10 Riyal Saudi. Tapi, hal itu nggak berlaku kalau kita kena modus pemerasan saat tahallul.

 

Ya, nggak di tanah air nggak di negara-negara lain. Orang yang memanfaatkan situasi untuk meraup untung sendiri memang selalu ada. Mereka yang berniat buruk melakukan modus pemerasan saat tahallul akan memanggil jamaah haji yang masih memakai pakaian ihram. Tentunya mereka bersikap ramah dan mempersilahkan jamaah haji untuk duduk. Nah, setelah jamaah haji duduk, mereka akan menaburkan semacam obat berbentuk busa kemudian memijit-mijit kepala. Setelah itu, baru mereka mencukur rambut sampai botak. Lalu bagaimana mereka melakukan pemerasan?

 

Nah, setelah kamu merasa nyaman karena kepala dipijat dan rambut sudah botak, barulah mereka mulai tak ramah lagi. Mereka akan meminta tarif tinggi dari kamu yaitu sekitar 70 Riyal. Ya, sangat jauh jumlahnya dari tarif normal yang paling hanya 10 sampai 20 Riyal. Kalau kamu coba protes dengan harganya, maka mereka akan beralasan kalau obat untuk memijat tadi lah penyebab perbedaan harganya. Padahal kamu juga nggak pernah meminta untuk diberikan obat itu.Itulah modus pemerasan saat tahallul yang mungkin bisa kamu alami.

 

Sulitnya menjalin komunikasi antara kamu dan para pelaku modus pemerasaan saat tahallul karena hambatan bahasa pasti membuat kamu enggakn untuk berdebat. Apalagi tubuh mereka juga umumnya besar, pasti menakutkan. Berdebat dengan orang di tanah asing juga penuh resiko. Akhirnya, kamu dan juga orang-orang yang kena tipu akan manut-manut saja untuk membayar tarif 70 Riyal agar urusan cepat kelar. Nah, sekarang kamu harus berhati-hati. Ingat, kalau nanti ditawari untuk cukur, pastikan kamu lepas dulu dari modus yang satu ini. Kamu bisa melakukan trik untuk lepas dari jebakan modus ini. Bagaimana caranya?

 

Caranya yaitu dengan memberikan ongkos cukur di awal. Saat kamu ditawari untuk bercukur, berikan dulu bayaran sekitar 10 sampai 20 Riyal dengan mengucapkan “ala tarzan” sebagai isyarat. Kalau mereka menolak, maka mereka akan menunjukkan biaya yang mereka inginkan. Cara ini cukup aman untuk kita yang memiliki keterbatasan dalam berbahasa asing atau berbahasa Arab. Tapi kalau mau pakai bahasa Arab juga bisa. Pokoknya, pastikan dulu biayanya di awal dan jangan sampai kena modus pemerasan saat tahallul ya.

3
Ica Khaerunisah
Ica Khaerunisah Penulis lepas yang suka kopi sachet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *