Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

TRADISI SELAMETAN DALAM ISLAM, BOLEHKAH?

1 min read

TRADISI SELAMETAN DALAM ISLAM, BOLEHKAH?

Budaya umat Islam di Tanah Air memang unik, beda pokoknya dengan umat Islam di belahan dunia lain. Salah satunya adalah selametan atau ratiban. Istilah umumnya sih kenduri. Tradisi satu ini biasa dilakukan sebelum dilaksanakannya ibadah haji atau umroh. Keluarga, tetangga dan karib kerabat bakal diundang untuk membaca Al Quran, berdzikir dan berdoa. Kadang kenduri ini juga turut diisi ceramah agama dengan materi pembekalan calon jamaah serta memotivasi semua orang yang hadir agar bersemangat menunaikan ibadah ke Tanah Suci. Pertanyaannya, gimana sebenarnya hukum selametan dalam Islam ini?

 

Kebiasaan selametan ini sendiri udah berlangsung cukup lama dan dilakukan secara turun temurun. Nggak jelas juga siapa yang pertama kali mulai melakukannya. Yang jelas, tradisi ini sebenarnya sama sekali nggak menyimpang dari ajaran agama Islam. Walau memang ada sebagian umat Islam yang melihatnya sebagai perbuatan mengada-ada, tapi kontroversi terkait masalah ini terjadi hanya karena adanya perbedaan dalam memahami konteks hadist.

 

Sebagian ulama berpendapat kebiasaan selametan ini bukan hal yang mengada-ada. Secara umum, Allah memang memerintahkan umat-Nya untuk senantiasa memanjatkan doa, nggak hanya saat di rumah tapi juga dalam segala keadaan. Termasuk di antaranya saat hendak melakukan perjalanan ibadah ke Tanah Suci. Keumuman dari dalil ini nih yang dijadikan dasar dalam pelaksanaan upacara selametan. Selain itu, udah jadi adab juga tengah masyarakat kita di mana seseorang yang mau pergi haji atau umroh akan minta maaf pada tetangga, karib kerabat serta handai taulan. Mereka juga akan meminta doa agar ibadahnya dilancarkan dan bisa kembali dengan selamat.

 

Jadi, udah jelas sebenarnya kalau selametan dalam Islam itu nggak dilarang. Terlepas dari hukumnya, kita semua tentu tahu betapa luar biasanya kekuatan doa itu. Segala hal yang keliatannya nggak mungkin bisa jadi mungkin lewat perantara doa. Wajar kalau Rasulullah sendiri menyatakan dalam sebuah hadist bahwa “doa merupakan senjata bagi orang yang beriman”.

 

Kalau kita punya rezeki berlebih, ada baiknya kita gunakan untuk menggelar selametan sebelum keberangkatan ke Tanah Suci. Acara selametan bisa diisi dengan pembacaan ayat suci Al Quran dan doa bersama sembari meminta perlindungan pada Allah ketika menunaikan ibadah. Eits, tapi perlu diingat juga kalau acara selametan dalam Islam ini nggak wajib. Jika memang nggak ada rezeki lebih buat menggelar selametan, ya nggak usah. Agama Islam itu mudah kok, jadi jangan dibikin sulit.

 

2
Wahyu Tri Utami
Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *