Desi Wulandari Buruh teks serabutan

TETAP BISA THAWAF DAN SAI DENGAN KURSI RODA

1 min read

TETAP BISA THAWAF DAN SAI DENGAN KURSI RODA

Bagi jemaah haji yang lanjut usia, melakukan rangkaian ibadah haji selama di Tanah Suci pasti bakal terasa melelahkan. Terutama ketika melaksanakan rukun haji thawaf dan sai yang butuh tenaga ekstra buat jalan kaki. Nah, bagi jemaah yang merasa sudah ngga sanggup berjalan kaki, pihak Masjidil Haram di sana menyediakan kursi roda agar jemaah tetap bisa melaksanakan thawaf. Namun dengan syarat, kondisi saat itu nggak terlalu ramai sehingga jemaah bisa melakukan thawaf di pelataran Kabah dengan kursi roda. Kalau keadaan sedang ramai, misalnya ketika musim haji tiba, jemaah bisa melakukan thawaf di lantai dua dengan  jarak satu putaran berkisar satu kilometer.

Jemaah yang memakai kursi roda tentunya juga butuh pendamping buat mendorong kursi roda tersebut. Jaraknya yang cukup panjang dan harus melakukan tujuh kali putaran, membuat pendamping ini harus punya tenaga yang cukup banyak buat membantu jemaah yang memakai kursi roda agar bisa melakukan thawaf. Namun, kalau ngga ada orang yang bisa dijadikan pendamping, jemaah bisa menyewa kursi roda sekaligus dengan jasa pendorongnya. Harga yang ditawarkan untuk penyewaan kursi roda ini berkisar 300 Rial Saudi, belum ditambah dengan harga pendorong. Sedangkan untuk melaksanakan Sai dengan menggunakan kursi roda, sudah tersedia jalur khusus pengguna kursi roda. Harga yang ditawarkan ngga jauh berbeda.

Selain kursi roda, di lantai tiga mezzanine tersedia juga kursi roda elektrik. Bentuknya mirip dengan mobil yang biasa digunakan pemain golf buat menuju lapangan. Jemaah tentu harus merogoh kocek lebih dalam supaya bisa memakai kursi roda elektrik ini untuk melaksanakan thawaf ataupun Sai. Perkiraan biayanya sekitar 150 Rial Saudi untuk sekali putaran. Lebih mahal karena kursi roda ini pakai tenaga listrik, jadi ngga butuh pendorong lagi. Untuk harga total, dikalikan saja dengan jumlah putaran ketika mengelilingi kabah. Cara meminjam kursi roda ini gampang banget. Jemaah cuma perlu memberikan kartu identitas sebagai jaminan. Setelah selesai, jemaah bisa mengambil kembali kartu identitasnya.

Biasanya, para penyedia jasa pendorong kursi roda berasal dari India, Pakistan, atau Bangladesh. Alasannya karena tempo berjalan mereka lumayan cepat dibandingkan dengan orang Indonesia, sehingga thawaf yang dilakukan bisa lebih cepat selesai dan ngga perlu mengeluarkan banyak tenaga. Namun, bisa juga kalau jemaah mau mencari pendorong yang berasal dari Indonesia.

1
Desi Wulandari
Desi Wulandari Buruh teks serabutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *