TERMINAL 2 BANDARA SOEKARNO HATTA

1 min read

TERMINAL 2 BANDARA SOEKARNO HATTA

Ketika kita mendengar nama Terminal 2 Bandara Soekarno hatta, maka kita langsung akan teringat dengan terminal pemberangkatan jamaah Umroh menuju Kota jeddah atau Kota madinah. Karena memang Terminal 2 Bandara Soetta ini menjadi tempat masuk menuju pesawat ke Negara Saudi Arabia. Bahkan semua pemberangkatan Umroh dapat dipastikan akan berkumpul di tempat ini, baik pemberangkatan yang berada di atas, maupun kedatangan yang berada di bawah.

 

Umumnya para peserta Umroh sudah harus berkumpul 5 jam sebelum pesawat take off, karena pihak travel harus mengurus koper dan airpotax serta keperluan lain untuk para jamaah. Bagi para jamaah Umroh yang menaiki pesawat carter, pemberangkatan umumnya diatas jam 12 malam, tapi jika pihak travel menggunakan pesawat reguler maka pemberangkatannya pagi atau sore hari. Tapi 4-5 jam sebelum pemberangkatan para jamaah harus berkumpul di tempat tersebut dan ini hukumnya sudah menjadi wajib dalam peraturan travel.

 

Memang agak miris melihat jamaah Umroh harus menunggu sambil duduk duduk di bangku airport bersama dinginnya udara malam karena mereka masuk bandara 3 jam sebelum keberangkatan pesawat. Apalagi jika pesawat yang akan ditumpangi mendapatkan delay atau penundaan, jelas rasa kesal, kecewa, ngantuk dan sabar menjadi satu didalam hati mereka, pihak keluarga pun terpaksa harus menemani sanak saudaranya sampai masuk pintu bandara.

 

Terminal 2 Bandara Soetta ini juga memiliki toilet dan Musholla serta kantin kantin yang menjual beraneka macam makanan dan minuman, mulai dari nasi, mie ayam, bakso sampai kopi veitnam dan kopi toraja, tapi tentu harganya beda dengan kantin diluar bandara, dengan harga yang lumayan mahal kadang kita jadi berfikir panjang untuk membelinya apalagi bagi yang biasa ngopi di warteg dan bekal uang yang pas pasan. Tapi bagi jamaah yang memiliki uang lebih dan terbiasa makan atau minum di hotel bintang 5, itu menjadi hal yang biasa. Memang benar kata pepatah :

 

“Uang bukan segala galanya tapi tanpa uang kita juga tidak bisa beli apa apa”

 

Harga secangkir kopi di bandara bisa untuk membeli 15 cangkir kopi di warteg, air mineral pun harganya bisa 3x lipat, namun apa daya jika tenggorokan sudah haus dan mulut sudah asem serta perut sudah keroncongan, mahal sekalipun harus dibeli, karena tidak ada tempat lain selain kantin kantin tersebut. Entah mungkin karena pemilik kantin harus membayar sewa yang mahal atau demi gengsi sehingga harga harga makanan dan minuman di tempat itu menjadi mahal, tapi yang jelas pihak Pemerintah seharusnya menyediakan tempat khusus bagi para jamaah umroh berikut kantinnya yang menjual makanan dan minuman dengan harga standart rakyat. Jadi Bandara Soetta menjadi rapi, tertib dan bersih dimata para turis asing yang berkunjung ke negeri kita.

 

Sebab keberadaan para jamaah Umroh yang berasal dari strata ekonomi berbeda beda membuat keadaan Terminal 2 Bandara menjadi semrawut, ada yang tidur tiduran di kursi tunggu bahkan mereka tidur dilantai Bandara Soetta sebab pesawat mereka delay atau tertunda keberangkatannya. Semoga pihak yang terkait tidak menutup mata dengan keadaan ini sehingga bandara sekelas Soetta ini tetap menjadi bandara internasional yang memberikan kesejukan, kenyamanan, kebersihan dan kerapian dimata bangsa asing yang berkunjung ke Indonesia.

 

Dan hendaknya pihak travel pun dapat menginformasikan kepada para jamaahnya dengan informasi yang tepat sehingga para jamaah tidak menunggu terlalu lama di bandara. Juga memberikan pengarahan kepada jamaah saat manasik agar bisa menjaga kebersihan saat berada di bandara, bukankah kebersihan itu sebagian dari iman? Sehingga para jamaah tidak membuang sampah sembarangan dan bisa menjaga etika ketika berada di bandara.

 

1
dennistutuko