Ica Khaerunisah Penulis lepas yang suka kopi sachet

TERLIBAT DALAM DAKWAH, AMALAN MASJID NABAWI YANG TERHITUNG JIHAD

1 min read

TERLIBAT DALAM DAKWAH, AMALAN MASJID NABAWI YANG TERHITUNG JIHAD

Masjidil Haram dan Masjidin Nabawi. Dua tempat yang erat kaitannya dengan pelaksanaan ibadah haji. Tempat paling ingin dikunjungi oleh seluruh umat islam di dunia selain Kab’ah. Kalau nanti kamu berkesempatan berkunjung ke Masjid Nabawi, maka jangan sia-siakan. Lakukanlah amalan Masjid Nabawi yang sama dengan jihad yaitu terlibat dalam dakwah. Ya, tak harus kamu yang berdakwah, belajar atau ikut mendengarkan orang berdakwah juga termasuk dalam jihad itu. Seperti yang diriwayatkan dalam hadist riwayat Ibnu Majah, yaitu:

 

“Barangsiapa mendatangi masjidku ini, ia tidak datang kecuali untuk kebaikan yang ingin dia pelajari atau diajarkan, maka keduddukannya seperti mujahid di jalan Allah. Dan barangsiapa datang untuk selain itu, maka ia laksana orang yang hanya memandang barang orang lain”.

 

Amalan Masjid Nabawi yang nampak ringan untuk dilakukan kan? Hanya dengan melangkahkan kaki ke Masjid Nabawi dengan niat belajar saja sudah menjadikan kamu layaknya sedang berjihad di jalan Allah.

 

Kalau kamu datang ke Masjid Nabawi, maka kamu bisa mendengarkan pengajian-pengajian yang menggunakan berbagai bahasa dari berbagai negara. Bahkan, kamu bisa saja mengikuti pengajian yang berbahasa Indonesia. Tapi, kalau kamu ingin punya pengalaman lebih dan kebetulan cukup mengerti bahasa Arab, maka akan makin menarik kalau kamu mengikuti pengajian berbahasa Arab. Kamu bisa belajar langsung kepada para ulama di Masjid Nabawi. Sebenarnya bukan Cuma dakwah dan mendengarkan dakwah saja yang tergolong amalan Masjid Nabawi. Selain itu, kamu juga bisa membawa kitab untuk dibaca, berdiskusi atau membaca Al-Qur’an dan terjemahannya, zikir, dan ibadah lainnya.

 

Yang terpenting, kamu datang ke Masjid Nabawi untuk melakukan kebaikan. Jangan sampai kamu tergolong dalam orang-orang  yang memandang barang orang lain seperti yang diriwayatkan oleh hadist di atas. Maksud dari “orang yang memandang barang orang lain” yaitu seperti kamu datang ke pasar tapi tidak membeli atau menjual. Kamu hanya datang saja ke pasar dan pulang dengan tangan kosong.

 

Nah, kalau kamu mau datang ke Masjid Nabawi untuk melaksanakan amalan Masjid Nabawi, maka perhatikan etika masuk Masjid Nabawi ya. Kalau soal bagaimana bersikap pasti kamu sudah paham kan? Nah, selain itu kamu juga perlu tahu kalau ada larangan membawa tas besar kalau masuk Masjid Nabawi. Jadi, bawa saja tas kecil atau tas slempang. Jangan sampai kamu kena tegur atau kena cegat ngga boleh masuk oleh petugas karena kamu bawa tas besar. Lalu, kalau mau mengisi botol minum dengan air zam-zam, kamu bisa menggunakan titik-titik yang sudah disediakan oleh pengelola masjid.

 

Sebelum masuk Masjid Nabawi dan melaksanakan amalan Masjid Nabawi, simpanlah sandal di dalam plastik. Di Masjid Nabawi banyak tersedia tempat menyimpan sandal. Simpanlah di sana baru kemudian masuk masjid. Ngomong-ngomong masuk Masjid Nabawi, kamu jangan kaget dengan banyaknya pintu di sana. Memang kira-kira ada 22 pintu dan satu pintu utama. Jangan lupa untuk mengingat pintu mana yang kamu masuki ya. Jangan sampai bingung dan tersesat.

5
Ica Khaerunisah
Ica Khaerunisah Penulis lepas yang suka kopi sachet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *