Desi Wulandari Buruh teks serabutan

TATA CARA BERSIWAK ALA RASULULLAH

1 min read

TATA CARA BERSIWAK ALA RASULULLAH

Menurut bahasa, Siwak berarti menggosok. Sedangkan menurut istilah, siwak yaitu menggunakan sesuatu sejenis kayu atau sesuatu yang kasar untuk membersihkan gigi dan menghilangkan bau mulut. Bersiwak sama seperti menggosok gigi. Ketika belum ada sikat gigi dan pasta gigi, Nabi Muhammad SAW menggunakan dahan atau akar dari pohon Salvadora persica buat menyikat gigi dan membersihkan mulut. Meskipun ketika jemaah haji sedang di tanah suci membawa sikat gigi dan pasta gigi, ada baiknya juga menyiapkan kayu siwak buat dipakai membersihkan gigi di waktu tertentu. Lagipula tata cara bersiwak dengan menggunakan kayu lebih mudah daripada menggunakan pasta gigi yang perlu air buat berkumur-kumur.

 

Kayu siwak yang digunakan bisa dalam keadaan kering ataupun basah, tapi yang disunahkan yaitu menggunakan kayu siwak basah. Bisa dengan air mawar kalau ada atau sedikit air ludah. Tata cara bersiwak tersebut diambil dari Abu Musa Al Asy’ari, “Aku mendatangi Nabi Muhammad SAW dan beliau sedang bersiwak dengan siwak yang basah. Dan ujung siwak pada lidahnya sambil berkata ‘uh-uh’ (meludahi siwak), siwak berada pada mulutnya seakan-akan dia muntah” (HR. Bukhari dan Muslim). Pegang siwak dengan tangan kanan dan dianjurkan buat membaca doa, yang dicontohkan Rasulullah SAW, “Wahai Allah, sucikanlah gigi dan mulutku dengan siwak dan kuatkanlah gusi-gusiku dan fasihkan lidahku”.

 

Tata cara bersiwak dimulai dari deretan gigi atas bagian tengah, lalu gigi atas bagian kanan, lalu deretan gigi bawah bagian kanan, lalu deretan gigi bawah bagian tengah, lalu deretan gigi atas bagian kiri, dan diakhiri deretan gigi bawah bagian kiri. Sedangkan waktu bersiwak yang dicontohkan Rasulullah yaitu ketika hendak berwudu, memasuki rumah, bangun dari tidur, dan ketika hendak membawa Al Quran. Bersiwak juga diperbolehkan ketika sedang menjalankan puasa dengan tujuan menjaga kebersihan mulut dan gigi.

 

Keutamaan bersiwak sebelum melakukan salat ini juga disebutkan dalam sabda Nabi Muhammad SAW, yang artinya “Sesungguhnya jika hamba bersiwak, kemudian melakukan salat, maka ada seorang malaikat yang berdiri di belakangnya untuk mendengarkan bacaannya. Malaikat itu akan mendekat kepadanya hingga meletakkan mulutnya pada mulut orang tersebut. dan tidaklah keluar dari mulut orang tersebut berupa bacaan Al Qur’an kecuali akan masuk ke dalam perut malaikat, maka bersihkanlah mulut kalian bila hendak membaca Al Qur’an” (HR. Al Bazzar).

1
Desi Wulandari
Desi Wulandari Buruh teks serabutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *