Ica Khaerunisah Penulis lepas yang suka kopi sachet

SUNGAI EUFRAT MENGERING TANDA AKHIR ZAMAN

1 min read

SUNGAI EUFRAT MENGERING TANDA AKHIR ZAMAN

Munculnya dajjal, ditiupnya sangkakala, matahari terbit dari barat, dan sebagainya, adalah tanda-tanda kiamat besar yang sudah sering kita dengar. Beberapa tanda-tanda kiamat tersebut pasti sudah khatam di luar kepala sejak duduk di bangku sekolah dasar kan? Tapi pernahkah kamu dengar bahwa saat Sungai Eufrat mengering juga merupakan tanda-tanda kiamat atau akhir zaman?

 

Sungai Eufrat adalah sungai terpanjang di Asia Barat. Kurang lebih panjangnya 2.781 kilometer. Sungai ini bermata air di Anatolia, Turki, kemudian bermuara di Teluk Persia. Seperti Sungai Tigris, sungai ini menjadi ciri khas Mesopotamia atau Republik Irak. Bukan hanya berstatus sebagai sungai terpanjang saja, sungai ini juga memiliki peran penting dalam sejarah peradaban Sumeria. Sungai ini adalah “pemberi kehidupan”. Sungai terpanjang dengan air yang melimpah itu, nyatanya kini sudah mulai berkurang debit airnya. Berdasarkan hasil penelitian dari tahun 2003 sampai 2010, debit air sungai ini sudah berkurang sebanyak 144 juta kilometer kubik atau sekitar 60%. Tapi, bagaimana Sungai Eufrat mengering bisa jadi tanda akhir zaman?

 

Sungai Eufrat mengering sebagai tanda akhir zaman dijelaskan dalam Hadist Riwayat Muslim. Dalam riwayat tersebut, Rasulullah SAW bersabda: “Kiamat tidak akan terjadi (jika) Sungai Eufrat surut sehingga muncul gunungan emas, dimana banyak orang (yang berada di sana) berjuang untuk berebut emas tersebut, hingga kemudian mereka saling membunuh. Sembilan puluh sembilan dari seratus orang akan berjuang. Dan setiap yang terlibat (dalam perang) berkata, ‘mudah-mudahan aku orang yang selamat itu”.

 

Kalau melihat dari hadist riwayat di atas dan meresapinya lebih dalam, kita bisa lihat bahwa masalahnya bukan cuma karna manusia kehilangan sumber mata airnya saja ya? Tapi juga karna bersamaan dengan Sungai Eufrat mengering, maka muncul manusia-manusia serakah. Yang rela saling membunuh hanya demi harta benda duniawi saja.

 

Mungkin memang menakutkan melihat kemungkinan Sungai Eufrat mengering sudah semakin dekat. Tapi, mungkin juga yang perlu kita khawatirkan bukan cuma itu. Kita juga harus khawatir pada penurunan akhlak manusia. Jadi, bisa mulai dari diri sendiri untuk selalu berusaha jadi manusia yang memiliki akhlak baik yaa.

 

Entah kapan, kiamat pasti datang. Bahkan, setiap saat kita sangat dekat dengan kiamat. Ya, kiamat kecil atau kematian. Sungai Euftrat mengering adalah salah satu dari banyak tanda-tanda kiamat yang diberikan oleh Allah SWT. Sebagai umat islam yang harus mengimani bahwa kiamat adalah ketetapan Allah yang pasti terjadi. Tanda-tanda kiamat itu harus kita maknai sebagai peringatan Allah SWT agar kita semakin meningkatkan iman dan takwa. Semoga kita adalah salah satu manusia yang selamat. Aamiin.

5
Ica Khaerunisah
Ica Khaerunisah Penulis lepas yang suka kopi sachet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *