SUKA DUKA PERJALANAN UMROH

1 min read

SUKA DUKA PERJALANAN UMROH

Setiap perjalanan memang selalu ada suka dukanya, begitu juga perjalanan Umroh, suka duka akan menaungi perjalanan suci kita, mulai dari bandara dimana kita harus menunggu 5 jam sebelum masuk ke dalam airport sampai kita harus menunggu pengurus travel mengurus airpotax dan handling. Bayangkan saja selama 5 jam sebelum masuk bandara kita harus duduk melihat orang mondar mandir di bandara sambil menunggu prngurus travel menyelesaikan urusannya.

 

Harga segelas kopi bisa mencapai 20 ribuan, belum lagi jika kita merasa lapar tentu harus merogoh kantong lebih dalam, mengingat harga harga makanan di bandara memang sangat istimewa. Tapi kita mau beli dimana lagi kecuali di kantin kantin bandara. Memang sebaiknya jika kita diantar keluarga hendaknya membawa termos air panas, kopi susu sachet dan gelas sendiri, tapi ini kalau tidak repot dan tidak dibilang mau camping.

 

Setelah masuk pesawat semua lelah dan bosan terbayar sudah dengan kegembiraan karena langkah menuju Kabah telah kita lalui. Tapi lagi lagi kejenuhan akan melanda para jamaah karena jarak perjalanan menuju Saudi Arabia bisa mencapai 8 – 9 jam itupun jika memakai maskapai Saudi Air, Lion atau Garuda Airways. Jika memakai pesawat Yaman atau Ettihad dan sejenisnya maka kita akan melalu negara negara untuk transit sekitar 2 – 3 jam. Maka banyak juga sebagian jamaah berdiri dan berjalan untuk menghilangkan pegal disekitar kaki walaupun memang peraturan penerbangan melarang penumpang berjalan jalan diatas pesawat tanpa keperluan penting. Tapi rasa bosan dan jenuh tadi tertutupi dengan para pramugari yang membawakan hidangan makan pagi, siang dan malam serta minuman kopi, teh dan susu.

 

Mungkin untuk solusi kejenuhan duduk di pesawat selama perjalanan, alangkah baiknya kita membaca Al quran atau berzikir atau ngobrol dengan teman sebelah, daripada harus berdiri dan jalan jalan di atas pesawat. Karena dengan berzikir akan mendatangkan ketentraman hati jika dibarengi dengan perenungan dan mengingat dosa dosa yang telah kita lakukan sebelum datang ke tanah suci. Hitung hitung memperbanyak pahala untuk bekal akhirat nanti, karena siapa tau kita tidak ada umur disana, kita dah memiliki bekal yang cukup.

 

Seusai pesawat landing di bandara Jeddah, anehnya semua kejenuhan, lelah dan rasa pegal seakan tertutupi saat kita menaiki bis menuju Makkah, lantunan kalimat Talbiyah memberi suntikan rasa semangat yang tinggi untuk segera memenuhi panggilan Sang Maha Kuasa. Ucapan kalimat Labbaik Allahumma labbail, labbaik laa syarika labbaik dan seterusnya seakan seperti obat yang sulit dicari tandingannya di belahan bumi manapun. Dengan serentak dan penuh semangat para jamaah di bis melantunkan kalimat Talbiyah tersebut.

 

Begitu juga ketika para jamaah selesai melakukan check in hotel dan meletakkan barang bawaan, dengan semangat yang tinggi, tua dan muda, pria maupun wanita berjalan menuju Masjidil Haram untuk melakukan Thawaf dan Sai. Rasa bahagia dan terharu terlihat ketika para jamaah memasuki pintu masjid dan mulai melihat Kabah dari kejauhan, sampai ada beberapa jamaah yang meneteskan air mata haru karena bertahun tahun mereka akhirnya dapat melihat Kabah, tempat mereka menghadapkan arah dalam sholat selama ini.

 

Rasa bosan, jenuh, pegal, letih selama perjalanan terobati ketika mereka berdoa di tempat tempat mustajab sekitar Kabah. Perjalanan spritual ini memang tidak sama dengan perjalanan lainnya, karena ada rasa bahagia sendiri yang tidak bisa dilukiskan dan disamakan dengan kebahagiaan apapun.

24
amandameta