Desi Wulandari Buruh teks serabutan

SOUQ EL TUMOOR, PASAR KURMA FAVORIT JEMAAH HAJI INDONESIA

1 min read

SOUQ EL TUMOOR, PASAR KURMA FAVORIT JEMAAH HAJI INDONESIA

Kalau sedang berada di Tanah Suci dan hendak mencari makanan khas untuk dijadikan oleh-oleh, datanglah ke pasar kurma di sebelah selatan Masjid Nabawi. Pasar kurma ini dibangun oleh kerajaan Arab Saudi khusus untuk jemaah asal Indonesia, sehingga jemaah ngga perlu khawatir buat bertransaksi di pasar ini karena hampir semua pedagang sudah fasih dengan bahasa Indonesia. Meskipun hanya sebatas percakapan untuk jual beli. Salah satu kurma yang paling terkenal dan paling banyak dicari oleh jemaah, yaitu Kurma Ajwa, banyak dijual di pasar kurma ini. Selain kurma Ajwa, ada juga kurma khas Madinah lainnya yang terkenal yaitu Kurma Ambhar dan Kurma Safawi.

 

Madinah memang tempat jual beli kurma yang paling murah dibandingkan kota lainnya di Arab Saudi. Selisih harganya lumayan jauh dengan kurma yang dijual di kota Mekah atau Jedah. Kalau jemaah yang menemukan penjual kurma dengan harga dagangan yang cukup mahal,  bisa jadi yang dijualnya adalah kurma Ajwa yang memang kualitasnya lebih bagus daripada kurma yang lain. Setiap kilonya, kurma ini dijual sekitar 60 sampai dengan 80 Rial Saudi. Sedangkan untuk kurma Ambhar biasa dijual dengan harga 30 sampai dengan 40 Rial Saudi per kilonya. Oleh karena itu, pedagang kurma ngga menyediakan tester kepada pembeli karena harga keduanya yang cukup mahal.

 

Pasar kurma terbesar di Madinah ini bernama Souq El Tumoor. Untuk bisa mencapai ke sana, cukup dengan berjalan kaki saja dari Masjid Nabawi. Ketika sudah tiba di batas samping kiri halaman masjid, jemaah bakal menemukan deretan lapak dan toko yang menjual kurma beserta olahannya. Deretan lapak dan toko ini merupakan bagian depan pasar, tapi belum sampai pada pusatnya. Biasanya, harga dan kualitas kurma yang dijual di bagian dalam pasar lebih murah dan lebih bagus dibandingkan dengan kurma yang berada di sisi jalan. Jemaah juga bisa melakukan tawar menawar harga kurma yang ingin dibelinya, karena pedagang sudah fasih berbicara bahasa Indonesia.

3
Desi Wulandari
Desi Wulandari Buruh teks serabutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *