SHOLAT JENAZAH DI MASJIDIL HARAM

1 min read

SHOLAT JENAZAH DI MASJIDIL HARAM

Seperti sudah menjadi kebiasaan di Masjidil Haram Makkah atau Madinah, setelah selesai sholat wajib biasanya para jamaah sholat bangun untuk melaksanakan sholat jenazah, dan hal ini hampir dilaksanakan seusai sholat lima waktu walaupun hukum sholat jenazah ini adalah Fardhu Kifayah. Imam akan mengatakan “as shalatu ala amwat” yang menandakan komando untuk melaksanakan shalat jenazah. Maka ada baiknya kita ikut mensholati jenazah bersama sama imam masjid karena pahalanya lumayan besar untuk bekal perjalanan akhirat lho.. dalam hadist disebutkan

 

Barangsiapa menshalati jenazah maka ia akan mendapatkan pahala satu qirath, & barangsiapa menunggunya hingga dikuburkan maka ia akan mendapatkan pahala dua qirath. Para sahabat bertanya, Dua qirath itu berapa?  beliau menjawab: Seperti dua gunung besar. [HR. ibnumajah No.1528].

 

Tentunya kita harus terlebih dahulu mempelajari tata cara sholat jenazah ini, supaya jangan asal ikut ikutan aja sehingga tidak mendapatkan pahala apa apa. Adapun  tata cara menyalatkan mayit Melakukan takbiratul ihram (takbir pertama).Tanpa perlu membaca doa iftitah langsung berta’aawudz dan membaca Al-Fatihah.Melakukan takbir kedua dan diikuti dengan ucapan shalawat kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam semisal shalawat yang dibaca pada tasyahud akhir dalam shalat fardhu.Melakukan takbir ketiga dan mendoakan si mayit Selepas berdoa kemudian melakukan takbir terakhir (takbir keempat), berhenti sejenak, lalu salam ke arah kanan dengan satu kali salam.

 

Setelah di sholatkan, jenazah-jenazah itu yang terdiri dari jamaah haji atau umroh yang berasal dari berbagai negara, sebagian lainnya berasal dari penduduk setempat itu langsung dibawa oleh mobil jenazah untuk dimakamkan ke pemakaman setempat. Namun jenazah-jenazah itu apabila meninggal dunia di Medinah, maka ia akan dimakamkan di Makam Baqi’. Dan jika meninggal dunia di Mekkah, jenazah-jenazah itu umumnya dimakamkan di Makam Ma’la, namun bila sudah penuh, maka jenazah akan dimakamkan di Makam Siroyai, pemakaman dekat Jabal Nur.

 

Menurut  info bahwa kuburan di Saudi itu seperti kuburan massal. artinya satu lubang kubur bisa diisi beberapa jemaah, Kuburannya memang sudah permanen. Sebuah lubang yang dibeton dan dasarnya pasir. Wajar saja kalau satu lubang diisi beberapa jenazah. Karena lubang itu bisa diisi lebih dari 10 jenazah. Masih menurut kabar burung, jenazah-jenazah yang dikubur di Ma’la atau Tsurayya, akan digali lagi dan dipindahkan ke tempat lain. Sehingga kuburan itu bisa dipakai lagi untuk jemaah haji tahun depannya.

 

Luar biasa memang, coba kita bayangkan bila jenazah tersebut di sholatkan oleh ribuan kaum muslimin, berarti jenazah tersebut di doakan oleh ribuan kaum muslimin. Mungkin inilah salah satu keutamaan orang yang melaksanakan ibadah Haji atau Umroh, hidupnya disana mendapatkkan cucuran pahala dan meninggalnya didoakan oleh ribuan kaum muslimin dari seluruh dunia.

 

Tapi bagi kita yang ingin melaksanakan ibadah Haji atau Umroh jangan salah niat tentunya, jangan diniatkan pergi ke tanah suci untuk meninggal dunia disana, sebagaimana ucapan yang banyak terdengar oleh orang awam. Niat nya tetap harus lurus yaitu menjalankan salah satu perintah Allah. Adapun jika umur kita memang terbatas maka mintalah kepada Allah agar bisa diwafatkan di tanah suci Makkah atau Madinah supaya bisa di sholatkan dan didoakan oleh ribuan kaum muslimin yang sholeh dan sholehah.

5
amandameta