Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

SHOLAT DI BELAKANG MAQAM IBRAHIM, APA BENAR BERMANFAAT?

1 min read

SHOLAT DI BELAKANG MAQAM IBRAHIM, APA BENAR BERMANFAAT?

Maqam Ibrahim menjadi salah satu pemandangan biasa yang bakal kita temui saat menjalankan ibadah umroh maupun haji. Tapi, satu hal yang perlu kita tahu adalah bahwa maqam Ibrahim ini bukan makamnya Nabi Ibrahim, ya! Walau pelafalan “maqam” persis seperti “makam”, namun arti katanya jauh berbeda karena keduanya berasal dari bahasa yang berbeda juga.

 

Maqam berasal dari kata Al Maqam yang artinya tempat berpijak. Maqam ini sendiri adalah batu yang dulunya digunakan Nabi Ibrahim dalam berpijak serta menyusun bata saat membangun Kabah bersama putranya, Nabi Ismail. Jadi, jelas bahwa maqam ini sama sekali bukan kuburan atau tempat peristirahatan terakhir. Batu maqam sendiri konon berasal dari surga, sama kayak Hajar Aswad.

 

Sebagai tempat berpijak, di permukaan batu terdapat cetakan kaki dari Nabi Ibrahim. Bahkan, saking istimewanya maqam ini, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam sampai mengajurkan ummatnya untuk mendirikan sholat sunnah di belakang maqam seusai thawaf.

 

Kondisi maqam Ibrahim sendiri sudah ngga 100% kayak aslinya lagi. Sekarang, posisi maqam sudah digeser sehingga lebih jauh kira-kira 18 meter dari tempat awal. Penyebabnya adalah karena lokasi maqam yang mengganggu kegiatan thawaf jamaah haji. Pada 1387 Hijriah atau 1867 Masehi, Organisasi Persatuan Dunia Islam mengusulkan pembangunan penutup kaca di atas maqam. Penyempurnaan ini dilakukan Raja Fahd ibn Abdul Aziz yang melapisinya menggunakan kaca bening setebal 10 mm pada 1418 Hijriah.

 

Penambahan lapisan ini bikin banyak jamaah yang kepo dan mengintip ke dalam. Mereka rata-rata penasaran dan pengin lihat kayak gimana sih bentuk batu pijakan kaki dari Nabi Ibrahim itu. Malahan, di zaman dulu udah banyak orang yang terlalu lebay dengan mengusap-usap, mencium dan berdoa menghadap maqam. Padahal, sudah jelas hal ini dilarang dan ngga dianjurkan sama sekali dalam ibadah umroh ataupun haji.

 

Anjuran untuk melakukan sholat sunnah di belakang Maqam Ibrahim sendiri diawali saat Rasulullah selesai melaksanakan thawaf. Kala itu, Umar bin Khattab menyampaikan pada Rasul terkait gagasan sholat di belakang maqam Ibrahim. Ngga lama kemudian, turun wahyu pada Rasulullah sebagai jawaban atas gagasan Umar bin Khattab tersebut. Tertuang dalam QS Al Baqarah ayat 125, ”Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i'tikaf, yang ruku' dan yang sujud". Mulai saat itulah Rasulullah menegakkan sholat sunnah dua rakaat di depan maqam.

 

Kalau kita kebetulan sedang melaksanakan ibadah umroh atau haji dan mau melaksanakan sholat sunnah ini, ngga harus tepat di belakang maqam Ibrahim, kok. Pasalnya, kalau pas di belakang maqam, bisa jadi kita terganggu jamaah lain yang lagi thawaf. Mundurlah sedikit sampai berada di posisi yang cukup aman. Baca surat Al Fatihah dan Al Kafirun di rakaat pertama sementara rakaat kedua dilanjutkan dengan surat Al Fatihah dan Al Ikhlas.

4
Wahyu Tri Utami
Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *