Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

SEPERTI APA YA KATERING DI MEKAH?

1 min read

SEPERTI APA YA KATERING DI MEKAH?

Pengelolaan haji di Indonesia bisa dibilang punya segudang plus minus. Di samping segala kelebihannya, masih ada beberapa kelemahan yang menyertai. Untungnya, perbaikan senantiasa dilakukan di berbagai aspek. Salah satunya adalah penyediaan logistik makanan serta minuman saat jamaah haji berada di Mekkah. Penasaran nggak sih, kayak gimana  katering di Mekkah buat para jamaah haji? Ternyata ada perbedaan yang cukup signifikan antara beberapa tahun lalu dan sekarang.

 

Dulunya, pemerintah sama sekali nggak menyediakan katering buat para jamaah haji selama berada di Mekkah, Madinah dan Armina. Jamaah harus masak sendiri atau membeli makanan di kedai sekitar Masjidil Haram. Tapi, jelas dong beli makanan kayak gini artinya harus keluar duit lagi. Walau pemerintah memberi living cost pada jamaah, tapi kalau dihitung-hitung tetap saja dana tambahan ini masih kurang.

 

Untungnya, pemerintah sekarang peka dengan masalah ini dan jamaah haji asal Indonesia dipastikan akan mendapat katering saat berada di Mekkah. Artinya, jamaah haji nggak perlu repot lagi masak makanan sendiri atau membeli di kedai. Katering memang merupakan salah satu syarat pelaksanaan haji dan akan diterapkan bersamaan dengan penyediaan transportasi serta pondokan yang lebih baik. Ketetapan ini sendiri sudah tertuang dalam MoU bersama pemerintah Saudi. Selain Indonesia, beberapa negara lain yang turut menyediakan katering di Mekkah ialah Iran, Pakistan dan Malaysia.

 

Kalau dibandingkan dengan negara lain, kebijakan yang diterapkan pemerintah Indonesia ini memang cukup terlambat. Pakistan, misalnya, memiliki jumlah jamaah haji yang lebih sedikit dari Indonesia yaitu 140.000 orang saja. Tapi, mereka sudah terbiasa membawa koki dari negaranya guna memenuhi kebutuhan makan para jamaah haji selama berada di Mekkah. Sayang Indonesia nggak bawa Chef Juna atau Farah Quinn, ya.

 

Pemerintah Indonesia sendiri selama ini mengganti biaya konsumsi jamaah haji dengan biaya hidup atau living cost sebesar 1500 riyal atau sekitar Rp4.5 juta. Uang diberikan pada jamaah saat masih berada di embarkasi masing-masing dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan makan selama jamaah berada di Mekkah. Sementara saat menjalani puncak acara haji di Arafah, Mina dan Muzdalifah, jamaah akan mendapat jatah katering yang telah ditunjuk Kemenag. Selama berada di Arafah dan Mina, jamaah haji mendapat jatah 16 kali makan serta snack besar. Sementara di Muzdalifah, jatah makan berupa mie cup, roti, teh, kopi, buah dan persediaan air.

 

Perbaikan dalam hal katering di Mekkah ini terbilang perlu mengingat banyaknya jumlah jamaah haji asal Indonesia terutama mereka yang sudah berusia lanjut. Kan nggak asyik kalau ibadah terganggu gara-gara perut keroncongan.

 

 


images: https://mediaindonesia.com

1
Wahyu Tri Utami
Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *