Desi Wulandari Buruh teks serabutan

SALAT JENAZAH SETELAH SALAT WAJIB DI MASJIDIL HARAM

1 min read

SALAT JENAZAH SETELAH SALAT WAJIB DI MASJIDIL HARAM

Ada salah satu kebiasaan di Masjidil Haram yang ngga biasa dilakukan di masjid Indonesia dan jemaah haji atau umrah perlu tahu, yaitu melaksanakan salat jenazah setelah salat wajib. Bukan cuma satu atau dua kali, tapi rutin lima kali sehari seperti salat wajib pada biasanya meski hukum salat jenazah adalah Fardhu Kifayah. Alasannya karena umur itu rahasia Allah. Yap, betul. Kita ngga tau kapan akan dipertemukan oleh Malaikat Izrail, sama seperti jemaah haji atau umrah lainnya yang sedang beribadah di tanah suci. Salat jenazah yang kita lakukan tersebut diperuntukkan bagi jemaah yang meninggal dunia ketika sedang melaksanakan ibadah haji ataupun umrah.

 

Setelah disalatkan, jenazah yang berasal dari berbagai negara dan juga penduduk asli, akan dibawa oleh mobil jenazah untuk dimakamkan di pemakaman setempat. Apabila jenazah meninggal dunia di Madinah, maka ia akan dimakamkan di Makam Baqi, sedangkan jika meninggal dunia di Mekah, jenazah akan dimakamkan di Makam Ma’la. Namun kalau kedua tempat pemakaman tersebut sudah penuh, maka jenazah yang mendapat salat jenazah setelah salat wajib, bakal dimakamkan di Makam Siroyai, dekat Jabal Nur. Kuburan di Arab Saudi memang didesain untuk kuburan massal. Jadi, satu lubang bisa diisi oleh beberapa jenazah dari jemaah yang meninggal di Arab Saudi atau jenazah warga setempat.

 

Sudah jadi kebiasaan di Masjidil Haram, jemaah yang sudah selesai salat wajib akan bangun lagi buat melaksanakan salat jenazah. Imam salat akan bilang, “as shalatu ala amwat” yang menandakan perintah untuk melaksanakan salat jenazah. Menjadi hal yang luar biasa kalau membayangkan betapa beruntungnya bisa menghembuskan nafas terakhir di tanah suci dan kepergiannya diantar oleh ribuan kaum muslim melalui salat jenazah setelah salat wajib. Ngga lupa doa mereka yang menyertai jenazah tersebut. Ampunan atas dosa dan pahala yang terus mengalir sudah pasti ada di tangan, Insya Allah. Tapi jangan sampai ya, niat kita pergi ke tanah suci hanya untuk meninggal dunia di sana demi diantar dan didoakan oleh ribuan umat muslim. Tetap fokuskan niat hanya untuk beribadah dan melaksanakan perintah Allah, mencari ampunan dan berkahNya. Kalau memang Allah sudah berkehendak buat menyudahi waktu ibadah kamu di dunia ketika sedang berada di tanah suci, anggap saja itu sebagai hadiah atas kesungguhanmu beribadah.

9
Desi Wulandari
Desi Wulandari Buruh teks serabutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *