Firman Zamzami Muhammad LC Alumni Damascus Univ Suriah | Pengasuh acara percikan Iman 908 Oz Radio Jakarta

RIBUAN JAMAAH HAJI IKUTI SUNNAH TARWIYAH

1 min read

RIBUAN JAMAAH HAJI IKUTI SUNNAH TARWIYAH

Diluar program yang diagendakan oleh pemerintah, ternyata banyak jamaah haji Indonesia yang berencana melakukan sunnah tarwiyah, bahkan jumlah mereka sampai puluhan ribu orang. Para jamaah haji yang ikut tarwiyah ini menginginkan napak tilas perjalanan Nabi Muhammad shalallahu’alaihi wassalam sebelum beliau wukuf di Arafah, yaitu berangkat dari Makkah menuju Mina, di mana mereka akan menempuh jarak sekitar 14 kilometer, setelah mabit di Mina, jamaah baru kembali ke Arafah untuk mengikuti wukuf.

Mengutip beberapa informasi dari Panitia Penyelenggara Ibadah haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja Makkah, sampai hari kamis kemarin, jamaah haji yang mendaftar dan berkordinasi dengan ketua kloter untuk ikut tarwiyah sebanyak 35.316 orang. Namun jumlah ini belum final karena ada kemungkinan masih terdapat jamaah yang ingin ikut tarwiyah. Sementara itu dalam agenda pemerintah, jamaah haji akan diberangkatkan bertahap menuju Arafah mulai hari Jumat pagi waktu setempat.

Sebagai pelayanan terhadap jamaah haji yang akan ikut tarwiyah ke Mina sebelum wukuf di Arafah, pihak maktab akan menyediakan makan dan tenda untuk menginap, karena pemerintah tidak memfasilitasi jamaah haji yang ingin melaksanakan tarwiyah. Sebab, pemerintah berfokus pada pelaksanaan wukuf, yang tak lain puncak dari ibadah haji itu sendiri.

Pemerintah tidak memprogramkan sunnah tarwiyah ini karena khawatir ada jamaah yang terkendala fisiknya. Maka, tarwiyah menjadi pilihan bagi jamaah, pemerintah tidak melaksanakan prosesi tarwiyah itu sendiri.

Para jemaah haji memang kerap melaksanakan hari Tarwiyah saat menjelang wukuf di Arafah. Sunnah Tarwiyah adalah berdiam di Mina pada 8 Dzulhijjah lalu menuju Arafah pada 9 Dzulhijjah. Jemaah yang akan melaksanakan Tarwiyah, berangkat dari hotel menuju Mina pada 7 Dzulhijjah. Walaupun didalam hukum fikih, bermalam di Mina sebelum wukuf Arafah ini hukumnya sunnah. Menunaikan shalat Zuhur, Ashar, Maghrib, Isya dan Shubuh di Mina juga sunnah. Jadi, bukan termasuk rukun ataupun kewajiban haji.

Meninggalkan hal-hal yang sunnah itu bukan dosa, dan tidak bisa disalahkan, apalagi dalam keadaan sulit dan kondisi fisik dari jamaah, setiap orang berbeda beda. Andaikan musafir langsung pergi ke Arafah pada tanggal 9 Dzulhijjah itu pun sudah memadai, dan Allah SWT berkenan menerimanya. InsyaAllah.

Oleh sebab itulah pemerintah tidak memfasilitasi pelaksanaan hari tarwiyah tersebut, karena memang waktu yang tidak memungkinkan, selain waktunya sangat pendek juga perlu energi yang sangat besar. Sehingga, berpotensi ada jamaah haji yang tidak bisa melanjutkan perjalanan atau kesulitan melaksanakan wukuf di Arafah.

 


images: sindonews.com

2
Firman Zamzami Muhammad LC
Firman Zamzami Muhammad LC Alumni Damascus Univ Suriah | Pengasuh acara percikan Iman 908 Oz Radio Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *