RAUDHOH TAMAN DARI TAMAN SYURGA

1 min read

RAUDHOH TAMAN DARI TAMAN SYURGA

Salah satu tempat mustajab untuk berdoa yang wajib kita datangi di Madinah salah satunya adalah Raudhah. Kita yang belum pernah pergi selain kota kota di Indonesia mungkin masih bingung dengan Raudhoh ini. Padahal sebenernya Raudhah ini merupakan salah satu ruangan di Masjid Nabawi yang terletak di antara Kamar Rasulullah dan mimbar untuk berdakwah. Luasnya kira kira hanya sekitar 22 x 15m tidak sebanding dengan banyaknya jamaah yang ingin masuk. Namun banyak orang yang berebut untuk masuk ke area Raudhoh ini.

 

Sabda Rasulullah Saw, “Antara rumahku dengan mimbarku adalah Raudhah di antara taman-taman surga” (HR. Bukhari ) .

 

Raudhah ini terbuka sepanjang siang untuk jamaah pria kecuali malam, sementara untuk jamaah wanita hanya terbuka tiga kali sehari setelah shalat shubuh, shalat dzuhur dan shalat isya. Tidak mudah memang untuk bisa ke raudhah ini, harus menyiapkan kondisi fisik yang prima untuk siap berjalan menuju Raudhah dan berdesak-desakan, selain itu juga harus menyiapkan mental yang kuat agar senantiasa sabar dan menahan emosi. Karena tidak sedikit jamaah dari luar yang posturnya lebih besar dan tinggi tidak memperdulikan orang lain, mendorong-dorong jamaah, memaksa lewat dengan melangkahi orang yang lagi sujud.

 

Raudhah ditandai dengan karpet hijau keabu-abuan (hijau pudar). Namun banyak juga jamaah tidak sekedar puas masuk di karpet hijau pengennya berada di shaf paling depan. Padahal tidak bisa juga melihat langsung karena dibatasi oleh penghalang berwarna putih.

 

Saat kita berada di raudhah, segala suara tasbih, sholawat dan bentuk zikir terdengar menyentuh hati keluar dari lisan orang orang yang sangat mencintai Allah dan RosulNya membuat kita semakin khusyu berada disana, bahkan terdengar samar samar orang berdoa juga membuat kita benar benar berada dalam suatu lingkaran hamba hamba Allah yang sholeh sehingga menambah nimatnya bermunajat di tempat tersebut.

 

Bagi kita yang ingin masuk ke Raudhah hendaknya jangan sampai melangkahi kepala orang yang sujud apalagi menyakiti sesama muslim yang ingin menuju tempat tersebut, karena apalah artinya ibadah dan doa jika kita masih menyakiti sesama. Maka bantulah sesama umat islam yang lemah dan tua agar mereka bisa bersama sama kita berdoa di tempat mustajab itu.

 

Terlalu lama di Raudhah memang baik dan nikmat tapi kita juga harus ingat, bahwa ratusan orang juga ingin merasakan nikmatnya bermunajat di Raudhah, maka berilah kesempatan kepada mereka agar bisa memasuki area tersebut, jadi jangan kita egois dengan berlama lama disana. Sebab seorang muslim yang baik adalah muslim yang menghormati dan menolong sesama untuk beribadah bersamanya. Karena menolong orang yang ingin beribadah adalah juga sebuah ibadah.

Jangan lupa, ketika berdo’a di Raudhah, janganlah sambil menghadap makam. Menghadaplah ke arah Kiblat. Sementara ketika di depan makam Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sekali lagi dibutuhkan kesabaran yang tinggi di Raudhah, karena biasanya ketika kita shalat, tiba tiba datang jamaah lain berdiri didepan kita sehingga tidak bisa ruku’ dan sujud. Kadang duduk sudah berdempetan, tetapi masih ada saja jamaah lain memaksakan diri untuk minta duduk. Kepala/bahu dilangkahi atau tertendang, tangan terinjak dan perlu hati-hati disaat sujud karena sangat berbahaya ketika lehernya terinjak jamaah lain.

Maka cara paling aman adalah bersama teman, shalat bergantian dan saling menjaga (dengan menjulurkan tangan) ketika sedang shalat. Kadang-kadang kita saksikan antar jamaah saling melotot dan emosi, disinilah kesabaran kita diuji, tidak selayaknya berantem disaat beribadah ditempat yang sangat mulia ini. Karena Raudhah adalah tempat berdoa bukan tempat untuk mengumbar emosi.

1
amandameta