RATIBAN SEBELUM UMROH

1 min read

RATIBAN SEBELUM UMROH

Budaya Umat Islam di Indonesia memang unik, berbeda dengan Umat Islam di negeri manapun, bahkan tradisi Umat Islam di Indonesia walaupun memang tidak memiliki dalil yang khusus didalam Al quran dan Hadist, namun tidak bertentangan dengan tujuan Syariat Islam sendiri.

 

Diantara kebiasaan Umat Islam di Indonesia adalah mengadakan kenduri atau selamatan atau ratiban sebelum melaksanakan Haji atau Umroh, mereka terkadang mengundang para tetangga dan karib kerabat serta keluarga untuk bersama sama membacakan beberapa ayat Al quran, berzikir dan berdoa, yang terkadang di isi dengan ceramah agama sebagai pembekalan calon jamaah Umroh dan Haji serta memotivasi para undangan agar memiliki semangat berangkat menunaikan ibadah ke tanah suci.

 

Kebiasaan yang sudah turun menurun ini telah berlangsung cukup lama, bahkan kita juga tidak tau siapa yang memulainya pertama kali, tapi yang jelas ini tidak menyimpang dari ajaran islam. Sekalipun memang ada sebagian Umat Islam yang melihat kebiasaan ini merupakan sesuatu perbuatan mengada ada dalam agama. Tapi yang jelas kontroversi masalah ini terjadi karena perbedaan memahami konteks hadist.

Sebagaian ulama melihat bahwa kebiasaan selametan atau ratiban ini bukanlah suatu hal yang mengada ada dalam agama, karena secara umum Allah memerintahkan kita untuk senantiasa berdoa, bukan hanya ketika dirumah melainkan dalam segala keadaan termasuk melakukan perjalanan jauh untuk menunaikan ibadah Haji atau Umroh. Keumuman dalil ini lah yang dijadikan hujjah dalam melakukan upacara selametan atau ratiban ini.

 

Selain itu, merupakan sebuah etika dan adab orang yang melakukan perjalanan Haji dan Umroh adalah meminta maaf kepada tetangga, karib kerabat dan handai taulan, sambil meminta doa agar dipermudah dalam pelaksanaan ibadah di tanah suci. Jadi tentunya kebiasaan ini tidak bisa dikatakan mengada ada dalam urusan agama.

 

Terlepas dari itu semua, bukankah kita sama sama tau bahwa kekuatan doa ini sangat luar biasa, sebab apa yang tidak mungkin menurut logika maka bisa mungkin dengan doa. Maka wajarlah jika Rosulullah Saw dalam sebuah hadist menyatakan : “ Doa merupakan senjata bagi orang yang beriman”

 

Jadi memang sebaiknya jika kita memiliki rezeki lebih untuk mengadakan Walimatus safar atau acara pesta perjalanan dengan membaca Ratib atau zikir, membaca beberapa ayat Al quran dan doa, selain bentuk permohonan kepada Allah juga bisa menjadi syiar Agama Islam, agar para tamu undangan terpancing untuk juga bisa beribadah Haji atau Umroh mengikuti jejak saudaranya yang akan melaksanakan panggilan Allah ini.

 

Tapi sekali harus di ingat bahwa ini bukan merupakan suatu hal yang wajib hukumnya, sebab jika kita tidak melaksanakannya pun tidak akan mengurangi sedikitpun nilai dari ibadah Haji dan Umroh yang akan kita kerjakan. Begitu juga jika memang biaya kita pas pasan, akan lebih baiknya jika uang untuk mengadakan acara tersebut kita pakai sebagai bekal di tanah suci nanti.

 

Dan bagi kita yang ingin melaksanakan acara tersebut harus juga bisa menjaga diri dari penyakit riya, takabur dan sum’ah, karena keikhlasan adalah modal diterimanya segala amal ibadah kita, jangan sampai niat kita hanya untuk pamer dan menunjukkan kehebatan, karena itu semua nantinya hanya akan menjauhkan kita dari Allah.

1
dennistutuko