Salsabila A a wanderer and a writer

RASANYA I'TIKAF DI MASJIDIL HARAM

1 min read

RASANYA I'TIKAF DI MASJIDIL HARAM

Bisa menginjakkan kaki di tanah suci untuk melaksanakan ibadah umrah atau haji dipastikan jadi impian setiap umat Islam di dunia. Kalau kamu dapat kesempatan itu, ngga akan melewatinya dengan sia-sia kan? Selagi bisa berada di sana, maksimalkan ibadah dan doa, untuk memohon ampunan dan meminta berkah dari Yang Maha Kuasa. Salah satunya dengan melakukan i'tikaf di Masjidil Haram. I'tikaf artinya berdiam diri. Definisi secara Islam, I'tikaf yaitu berdiam diri di masjid sambil merenungi kekuasaan Allah sambil berzikir. Bisa melakukan i'tikaf saja sudah dapat nilai tambah dari Allah, apalagi melaksanakannya di waktu ibadah haji atau umrah dan tempat yang sangat mulia.

 

Karena dengan i'tikaf, kita bisa menghilangkan segala penyakit hati seperti sombong, pamer, iri dengki, dan lainnya. Bahayanya, penyakit tersebut bisa menyerang bahkan ketika kita sedang beribadah kepada Allah. Misalnya saja salat lima waktu karena ingin dianggap beriman oleh orang lain, atau berangkat haji atau umrah agar bisa menyombongkan diri dan dihormati orang lain. Penyakit hati tersebut bisa hilang sepenuhnya asal orang tersebut mau merenungi dosa yang sudah diperbuatnya dan mensyukuri nikmatNya. Nah, mumpung sedang berada di tanah suci, kamu bisa melakukan i'tikaf di Masjidil Haram, meminta agar menjadi orang yang terbebas dari penyakit hati sepulangnya menjalankan ibadah haji dan umrah.

 

Melakukan i'tikaf secara terus menerus juga bisa melahirkan kecintaan pada Allah atau Mahabbah Ilahiyah yang membuat kita bakal gampang mengatasi segala ujian dan masalah hidup yang akan dihadapi. Namun, ada satu hal yang perlu kamu ingat. I'tikaf ini diibaratkan obat, yang bertujuan menyembuhkan diri dari penyakit hati. Kamu tahu kan kalau mengonsumsi obat secara berlebihan akan berakibat ngga baik? Lakukan dengan ikhlas dan sepenuh hati agar tercapai tujuan i'tikafnya. Ketika melakukan i'tikaf di Masjidil Haram, kamu cukup mengucap niat, “Nawaitul I’tikafa madumtu fiihi” yang artinya “Saya niat i'tikaf selagi saya berada di sini”. Ini sudah dianggap sah oleh Imam Syafi’i.

 

Bisa datang ke tanah suci jadi keistimewaan tersendiri. Oleh karenanya, jangan sampai kesempatan emas itu terlewati begitu saja, tanpa ada perubahan positif dalam perilaku dan kegiatan kita. Melakukan i'tikaf di Masjidil Haram bisa membuat kamu terhindar dari rasa pamer dan sombong saat kembali ke tanah air nanti, sepulangnya ibadah haji. InsyaAllah.. 

 

 

oleh: Desi Wulandari

 

 

image: https://lifeinsaudiarabia.net

4
Salsabila A
Salsabila A a wanderer and a writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *