Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

PUASA BERKUALITAS DI SAAT UMROH? BEGINI TIPSNYA

1 min read

PUASA BERKUALITAS DI SAAT UMROH? BEGINI TIPSNYA

Puasa bukan hanya bertujuan untuk menahan lapar dan haus, namun juga menjadikan seorang muslim agar lebih kuat dan baik lagi dari sebelumnya. Ini karena ketika seorang muslim menjalankan ibadah puasa, ia tak sekedar menahan rasa lapar dan haus semata, namun juga hawa nafsunya. Nah, bagi kita yang berkesempatan menjalankan umroh di Tanah Suci, kita bisa memanfaatkannya untuk menunaikan puasa berkualitas bersama jutaan umat muslim lainnya. Bagaimana caranya agar puasa yang dijalankan menjadi lebih baik dan berkualitas di Rumah Allah?

 

1. Menundukkan Pandangan

 

Tahan lapar dan haus mungkin bisa dengan enteng dilakukan, tapi nggak demikian dengan pandangan dan pendengaran yang lebih sulit dikontrol. Islam menganjurkan umatnya untuk menghindarkan diri dari hal-hal haram. Saat kita tengah berada di Tanah Suci, akan ada banyak umat Islam yang berdatangan dari seluruh penjuru dunia. Mereka tentu berasal dari latar belakang ras yang berbeda-beda. Belajarlah untuk menundukkan pandangan serta nggak terpaku pada keelokan rupa seseorang.

 

2. Menjaga Lisan

 

Selain pandangan, lisan juga harus dijaga ketat agar jangan sampai melewati batas. Saat berada di Tanah Suci, keseharian kita nggak akan terhindar dari perbuatan yang memungkinkan kita untuk berbuat khilaf terkait lisan, seperti berdusta, menggunjing, ghibah, dan lain-lain. Diharapkan apabila kita menunaikan ibadah puasa di Tanah Suci, kita akan dapat lebih menjaga lisan. Begitu Ramadhan berakhir, amalan lisan yang baik ini seharusnya nggak ikut berakhir, tapi justru menjadi kebiasaan kita ke depannya.

 

3. Menjaga Telinga

 

Puasa berkualitas juga harus dilakukan sambil menjaga telinga. Lagi-lagi, hal yang satu ini lebih sulit dari sekedar menahan rasa lapar di perut. Ingat bahwa dalam Al Quran disebutkan bahwa kedudukan orang yang gemar mendengarkan berita bohong, sama saja seperti orang yang makan barang haram. Gosip itu termasuk berita bohong, lho, dan asyik bergosip bisa membawa seseorang untuk bergunjing. Apalagi kalau gosipnya didapat dari cekrek-cekrek hengpong jadul mince, duh!

 

4. Hindari Keharaman, Walau Sudah Masuk Waktu Buka

 

Sudah masuk waktu buka puasa bukan berarti kita bisa balas dendam dan menumpahkan semua yang kita pendam selama masih berpuasa. Percuma dong kalau seharian menahan lapar, haus dan nafsu untuk ghibah kalau ujung-ujungnya kita melampiaskan semuanya setelah berbuka. Makan terlalu banyak saat berbuka juga nggak dianjurkan. Sebaiknya, makan seperlunya lalu perbanyak ibadah di Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi setelah berbuka. Lebih  berfaedah, kan?

2
Wahyu Tri Utami
Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *