sabila ainur a wanderer and a writer

PESAN TERSEMBUNYI DI BALIK KAIN IHROM

1 min read

PESAN TERSEMBUNYI DI BALIK KAIN IHROM

Kalau mendengar ibadah haji, apa yang terlintas di benak kamu? Mekah, Kabah, sampai rukun Islam yang ke lima. Semoga aja kamu ngga akan lupa sama yang satu ini, Ihrom. Kain dengan warna putih yang dililit di tubuh jamaah yang sedang melangsungkan ibadah haji. Pemandangan di tanah suci menjadi kompak berwarna putih bersih. Semua jamaah yang melaksanakan ibadah haji serempak memakai kain putih tersebut, tanpa kecuali. Tapi kamu tahu ngga, pesan apa yang dibawa oleh kain Ihrom itu?

 

Jika dilihat dari warna, putih punya arti suci, bersih. Warna ini memiliki pesan, bahwa ketika menjalankan ibadah, memenuhi panggilan Allah haruslah dalam keadaan suci dan bersih. Ngga mungkin dong mau ketemu sama Allah dengan pakaian penuh noda. Hal ini juga berlaku untuk pikiran dan hati kita. Mengosongkan pikiran dari urusan duniawi, membersihkan hati dari sifat tidak terpuji. Jadi, kita benar-benar dalam keadaan yang ‘putih’ ketika menjalankan ibadah. Niatnya hanya satu, yaitu mencari ridho dari Allah.

 

Kain putih tersebut juga memiliki pesan seragam dengan manusia yang lainnya. Keseragaman memiliki arti kalau semua manusia itu pada dasarnya sama dihadapan Allah. Ngga peduli dia kerja di mana, toh akhirnya mereka semua memakai kain yang sama. Ngga mungkin dong, dia yang kerja sebagai pejabat pemerintah pakai pakaian dinasnya ketika ibadah haji? Ngga peduli status ekonomi dia seperti apa, kita akan sama-sama melilitkan ihrom di badan. Seragam dan setara, bahwa kita sebagai manusia adalah sama.

 

Segala ciri khas negara dan pernak pernik suku yang membedakan masing-masing dari kita akan dilepas, yang ada hanyalah lembaran kain putih. Perjalanan ibadah haji ini memang bukan perjalanan yang biasa. Ada banyak hal istimewa yang bisa diambil dari sisi manapun, termasuk dari segi pakaian yang dikenakan. Kain Ihrom ini mengingatkan kita bahwa Islam adalah agama yang menghapus segala bentuk kasta dalam kehidupan manusia. Ngga ada yang membedakan manusia di hadapan Allah selain seberapa besar takwa kita pada-Nya.

 

Jadi, Ihrom bukan sekedar kain putih yang menutupi tubuhmu ketika sedang beribadah haji. Pesan yang disampaikannya begitu mendalam untuk umat Islam di seluruh dunia. Semoga setelah ibadah haji yang dilakukan, bisa membuat hati dan pikiran seperti kain Ihrom yang putih dan bersih, menjadi kembali ke fitri dan suci.

 

 

sumber gambar: https://ebrahimcollege.org.uk

2
sabila ainur
sabila ainur a wanderer and a writer