sabila ainur a wanderer and a writer

PERJUANGAN DAN TELADAN SITI HAJAR UNTUK UMAT

1 min read

PERJUANGAN DAN TELADAN SITI HAJAR UNTUK UMAT

Berlari diantara bukit Safa dan Marwa merupakan salah satu rangkaian kegiatan ibadah haji yang harus dilaksanakan oleh para jamaah. Namun, tahukah Anda seperti apa cerita dibalik kebiasaan tersebut? Berlari diantara bukit Safa dan Marwa berasal dari kejadian yang pernah dialami oleh Siti Hajar, ibunda Nabi Ismail.

 

Perjalanan hidup Siti Hajar mengantarkan ia pada suatu hari yang sangat berat. Hari tersebut adalah hari ketika Nabi Ibrahim, suami dari Siti Hajar dan ayah dari Nabi Ismail, memutuskan untuk memindahkan Siti Hajar ke suatu tempat karena kecemburuan yang dimiliki oleh Siti Sarah, istri pertama Nabi Ibrahim. Tempat yang dimaksud adalah sebuah lembah gersang.

 

Kemudian Nabi Ibrahim meninggalkan Siti Hajar dan Nabi Ismail di bawah pohon. Keadaan yang mendesak karena Nabi Ismail terus menerus menangis kehausan membuat Siti Hajar Hajar berjalan kesana-kemari di tengah gurun yang panas dengan matahari yang terik untuk berusaha mencari air. Siti Hajar terus berjalan sambil berharap bisa mendapatkan sumber air di tengah gurun gersang. Sampai datanglah mukjizat Allah dengan munculnya sumber mata air diantara kedua bukit yaitu Safa dan Marwah. Air di sumber mata air itulah yang kini kita kenal sebagai air Zam-zam.

 

Diriwayatkan dalam beberapa hadist bahwa sosok Siti Hajar memang adalah pribadi yang penuh dengan kesabaran dan cinta kasih kepada anaknya. Selain itu, Siti Hajar juga memiliki kesabaran dalam menghadapi lika-liku jalan hidupnya. Sebelum menjadi istri Nabi Ibrahim, ia merupakan merupakan seorang budak Raja Fir’aun dari Mesir. Kemudian suatu ketika Raja Fir’aun memberikannya kepada Nabi Ibrahim sebagai hadiah. Itu semua berkat kuasa Allah karena sebelumnya Raja Fr’aun hendak menjadikannya seorang selir berkat kecantikan yang dimilikinya.

 

Mulai dari pemberian oleh Raja Fir’aun itulah Siti Hajar menjadi budak Nabi Ibrahim. Awalnya Siti Hajar sangat dekat dengan istri Nabi Ibrahim, Siti Sarah. Maka, ketika pernikahan Nabi Ibrahim dan Siti Sarah tak kunjung diberi momongan, Nabi Ibrahim diminta oleh istrinya untuk menikahi Siti Hajar. Pernikahan antara Nabi Ibrahim dan Siti Hajar akhirnya dikaruniai seorang anak lelaki tampan yang diberi nama Ismail. Setelah kelahiran Ismail itulah kecemburuan Siti Sarah dimulai dan mengantarkan Siti Hajar pada kisah pilu dipindahkan ke gurun gersang oleh Nabi Ibrahim.

 

Kisah Siti Hajar memberikan suatu tauladan bagi umat islam. Setidaknya dari kisah tersebut kita bisa menemukan tiga sikap mulia yang dimiliki oleh Siti Hajar, yaitu diantaranya ketaatan kepada Allah SWT, sabar dalam berjuang, serta tawakal dan bersyukur setelah berusaha. Selain sikap mulia Siti Hajar yang harus dijadikan tauladan oleh umat islam, kisahnya berjuang mencari mata air di gurun gersang untuk anaknya juga menciptakan sebuah kebiasaan selama melakukan ibadah haji dan umrah.

 

Kebiasaan yang dimaksud yaitu suatu keharusan untuk jamaah haji atau umrah untuk berlari diantara bukit Safa dan Marwa selama tujuh kali. Hal tersebut ditujukan untuk mengenang kisah Siti Hajar dalam mencari air untuk anaknya, Nabi Ismail. MasyaAllah..

0
sabila ainur
sabila ainur a wanderer and a writer