Ica Khaerunisah Penulis lepas yang suka kopi sachet

PERGI HAJI DENGAN KEKUATAN SEDEKAH

1 min read

PERGI HAJI DENGAN KEKUATAN SEDEKAH

Sinetron Tukang Bubur Naik Haji pernah berjaya pada masanya. Salah satu pesan yang bisa kita ambil dari serial tersebut adalah tentang kekuatan sedekah. Tokoh utamanya, yaitu Bang Sulam, sangat rajin bersedekah ke panti asuhan. Profesinya sebagai tukang bubur nggak membuatnya merasa sayang terhadap uang yang dia dapatkan dari berjualan keliling kampung. Nyatanya, bukannya merugi, Bang Sulam malah mendapatkan rejeki nomplok.

Yap, dia mendapat hadiah undian dari bank yang kemudian dipakainya untuk naik haji. Kisah Bang Sulam mengajarkan kita buat nggak takut sedekah walaupun dalam keadaan yang terbatas, karena rejeki datang dari mana saja. Tapi, apakah memang seperti itu? Itu kan cuma cerita sinetron saja. Nah, ternyata kisah seperti itu bukan cuma asal karang. Di kehidupan nyata, ada juga kisah yang serupa loh!

Kisah nyata tentang pergi haji dengan kekuatan sedekah datang dari Bapak Yusul (bukan nama sebenarnya). Kisah ini diambil dari buku berjudul '33 Kisah Keberkahan Para Pengamal Sedekah'. Dikisahkan kalau Bapak Yusul ini akhirnya bisa naik haji setelah menyedekahkan motornya. Eh kok bisa sih menyedekahkan motor? Jadi begini ceritanya...

Suatu hari, Bapak Yusul mendatangi sebuah majelis dan kyai di sana mengatakan kalau sedang membutuhkan bantuan. Para pengikut majelis lainnya memberikan sumbangan, sementara Bapak Yusul bingung karena nggak punya uang. Tapi setelahnya, Bapak Yusul ingat kalau masih punya motor yang beliau pakai ke majelis itu.

Memang sedekah adalah hal yang dianjurkan bagi orang-orang yang beriman, seperti yang tercantum dalam surat Al-Hadid ayat 7 berikut ini.

“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya. Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya memperoleh pahala yang besar.”

Setelah meminta izin pada istrinya, Bapak Yusul memutuskan untuk menjual motor dan menyumbangkan uangnya untuk majelis tersebut. Padahal, motor ini adalah kendaraan andalan beliau untuk pergi bekerja sebagai seorang guru. Setelah menyedekahkan motornya, Bapak Yusul harus menggunakan kendaraan umum dan berjalan kaki untuk pergi bekerja. Tapi, seperti itulah kekuatan sedekah. Pada akhirnya, rejeki datang dari jalan lain karena beberapa minggu kemudian beliau mendapatkan rejeki nomplok dari seseorang yang dibantunya mencari tanah. Jumlahnya tentu nggak sedikit karena dengan uang itu akhirnya Bapak Yusul bisa mewujudkan impiannya untuk pergi haji yang bahkan saat beliau punya motor pun impian itu rasanya masih sangat jauh.

Sekarang kita tahu kan kalau menyisihkan sebagian harta untuk sedekah meski dalam keterbatasan nggak akan membuat kita miskin atau kesusahan? Kisah Bapak Yusul adalah salah satu bukti di kehidupan nyata. Memang bukan di sinetron saja. Karena dengan kekuatan sedekah itulah hal-hal luar biasa bisa datang kepada kita tanpa iduga-duga. Yuk, sekarang kita nggak usah takut sedekah!

 


image source: https://zakat.or.id/

2
Ica Khaerunisah
Ica Khaerunisah Penulis lepas yang suka kopi sachet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *