Desi Wulandari Buruh teks serabutan

PERBEDAAN HAJI PLUS DENGAN HAJI REGULER UNTUK JEMAAH HAJI

1 min read

PERBEDAAN HAJI PLUS DENGAN HAJI REGULER UNTUK JEMAAH HAJI

Bagi calon jemaah haji yang baru pertama kali berangkat ke tanah suci, ada satu hal yang perlu diketahui terkait pendaftaran dan pelaksanaan ibadah haji. Di Indonesia, calon jemaah haji dibedakan jadi dua bagian, yaitu Ongkos Naik Haji (biasa disingkat ONH) reguler dan ONH plus. Perbedaan haji plus dengan haji reguler biasanya terletak di cara pendaftaran, besarnya biaya yang dibayarkan, serta fasilitas dan pelayanan yang didapat. Karena biaya yang dibayarkan lebih banyak (biasanya sampai dua kali lipat lebih besar daripada haji reguler), maka ada beberapa kelebihan yang bisa didapat oleh calon jemaah haji plus selama pelaksanaan ibadah haji di tanah suci.

 

Meski sama-sama bisa masuk dalam daftar tunggu, waktu tunggu calon jemaah haji plus lebih singkat dibandingkan jemaah haji reguler. Daftar tunggu yaitu calon jemaah haji yang menunggu jadwal keberangkatan selanjutnya karena jumlah jemaah yang berangkat sudah memenuhi kuota. Perbedaan haji plus dengan haji regular juga bisa dilihat dari tempat menginap para jamaah. Jemaah haji plus akan menginap di hotel yang lebih komplet fasilitasnya dan lebih dekat ke lokasi prosesi Haji, misalnya di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Sedangkan haji reguler disediakan hotel yang telah ditentukan pemerintah dan dibagi sesuai wilayah dan kloter dengan jarak hotel ke Masjidil Haram 3-5 Km.

 

Jemaah haji plus juga akan mendapat bimbingan ibadah haji lebih eksklusif karena jumlah anggota rombongan biasanya lebih sedikit daripada anggota jemaah haji reguler. Perbedaan haji plus dengan haji reguler juga terletak pada lamanya waktu pelaksanaan ibadah haji. Untuk lama pelaksanaan ibadah haji reguler berkisar 40 hari dihitung dari waktu keberangkatan sampai pulang ke tanah air dan dibagi menjadi dua gelombang, yaitu antara Madinah dan Mekah. Sedangkan haji plus biasanya memakan waktu lebih cepat dan dibagi menjadi dua kelompok, yaitu Arbain di Masjid Nabawi dengan lama pelaksanaan 26 hari dan Non Arbain dengan waktu lebih singkat yaitu 15 sampai 19 hari.

 

Jalur haji regular disediakan langsung oleh Kementerian Agama Indonesia melalui Ditjen PHU, sedangkan jalur haji plus diselenggarakan oleh pihak swasta yang mengantongi izin dari menteri agama terkait yang meliputi pengelolaan, pembiayaan, sampai dengan pelayanan khusus. Oleh karena itu biaya yang dibutuhkan lebih besar karena semua akomodasi sudah ditanggung oleh penyelenggara.

3
Desi Wulandari
Desi Wulandari Buruh teks serabutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *