Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

PENGERTIAN HAJI MABRUR DALAM ISLAM

1 min read

PENGERTIAN HAJI MABRUR DALAM ISLAM

Kita pasti sering mendengar doa yang dipanjatkan orang-orang yang mengantar jamaah haji atau umroh, yaitu agar mereka mendapat haji yang mabrur. Haji mabrur sendiri secara harfiah berarti haji yang diterima. Kata mabrur atau sering pula diucapkan maqbul ini sendiri memang identik dalam pelaksanaan ibadah haji maupun umroh. Namun, sebenarnya nggak ada definisi khusus untuk mengartikan kata ini. Walau demikian, seringkali mabrur atau maqbul dimaknai sebagai haji yang diterima oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Jadi, saat seseorang memanjatkan doa semoga menjadi haji mabrur, artinya kurang lebih adalah agar perjalanan ibadah haji bisa diterima di sisi-Nya.

 

Supaya lebih mudah dalam memahami makna mabrur ini, para ulama telah membedakannya dalam dua pengertian. Pertama, haji atau umroh yang mabrur berarti ibadahnya diterima Allah. Orang yang melaksanakannya akan mendapat pahala haji serta kewajiban haji atasnya telah terhapus. Kedua, haji atau umroh mabrur artinya haji atau umroh yang berhasil membuat orang yang melaksanakan ibadahnya menjadi seorang pribadi yang lebih baik. Hal ini karena makna dari ibadah itu sendiri telah melekat dalam hati serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Kalau kita bicara terkait gimana caranya mengetahui apakah seseorang sudah menjadi haji mabrur atau belum, sebenarnya nggak ada ciri tertentu yang bisa memastikannya. Nggak ada juga ketentuan khusus tentang apa yang harusnya dilakukan seseorang agar bisa memenuhi syarat mabrur tersebut. Diterima atau enggaknya amal ibadah seseorang ialah hak mutlak Allah dan hanya Dia yang mengetahuinya. Nggak ada orang lain maupun diri sendiri yang bisa menyatakan apakah ibadah haji yang dilakoni itu mabrur atau enggak.

 

Diterima enggaknya ibadah seseorang sebenarnya juga nggak terbatas hanya pada ibadah haji serta umroh semata. Amalan lain seperti sholat, puasa, zakat, sedekah dan lain-lain juga nggak bisa kita ketahui dan pastikan apakah diterima atau enggak. Tapi, istilah mabrur dan maqbul hanya berlaku untuk ibadah haji serta umroh. Nggak ada tuh istilah sholat mabrur, zakat mabrur, puasa mabrur dan lain sebagainya.

 

Walau nggak bisa dipastikan diterima atau enggaknya ibadah haji yang dilakoni, banyak ulama berpendapat tentang ciri-ciri haji mabrur. Konon, ciri-ciri ini bisa dilihat di kehidupan sehari-hari jamaah haji yang sudah pulang kampung. Meningkatnya ketaqwaan melalui kualitas ibadah menjadi lebih baik dan konsisten adalah salah satunya. Ciri lain ialah memperbaiki serta meningkatkan hubungan baik dengan sesama, menjaga lisan serta menghindari aneka perbuatan maksiat dalam kehidupan sehari-hari.

 

3
Wahyu Tri Utami
Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *