Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

PENDAPAT ULAMA TENTANG PINJAMAN RIBA UNTUK IBADAH HAJI

1 min read

PENDAPAT ULAMA TENTANG PINJAMAN RIBA UNTUK IBADAH HAJI

Tiap orang Islam pasti memiliki keinginan untuk melaksanakan ibadah haji. Namun, cara yang ditempuh seringkali berbeda, terutama sumber dana yang dipakai untuk membiayai perjalanan ibadah. Ada yang menggunakan uang halal, namun ternyata ada juga nih yang memanfaatkan jalan pintas. Salah satu contohnya adalah meminjam uang lalu membayar dengan tambahan alias riba. Trus, gimana sih hukumnya pinjaman riba yang digunakan untuk pergi haji ini?

 

Dalam Islam, jelas bahwa orang yang melakukan peminjaman uang secara riba akan terkena laknat. Diriwayatkan dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Rasulullah melaknat pemakan riba atau rentenir, penyetor riba atau nasabah yang meminjam, penulis transaksi riba atau sekretaris serta dua saksi yang menyaksikan transaksi riba”. Diriwayatkan pula dalam Hadist Riwayat Muslim no 1598, semuanya sama dalam dosa.

 

Dengan demikian, jelas adanya bahwa orang yang menunaikan ibadah haji maupun umroh menggunakan pinjaman riba, maka perjalanan ibadahnya telah dilakukan melalui harta haram. Menurut Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab no.48986, hukum berhaji atau umroh menggunakan uang riba ini adalah sah. Namun, ibadahnya nggak akan mabrur. Pahala dari ibadah haji atau umroh itu akan sangat sangat berkurang.

 

Bahkan, Imam Nawai rahimahullah menyatakan dalam Al-Majmu’ (7:62) bahwa seseorang yang menunaikan ibadah haji menggunakan harta haram, maka ibadanya akan tetap dinyatakan sah. Sementara dalam Ensiklopedia Fikih Al-Mawsu’ah Al-Fiqhiyyah (17:31), disebutkan bahwa ibadah haji menggunakan harta syubhat alias harta hasil curian, akan tetap membuat ibadah hajinya sah. Akan tetapi, berhaji dengan cara itu akan disebut maksiat dan hajinya nggak mabrur. Ini terutama adalah pendapat dari madzhab Imam Malik dan Imam Syafii.

 

Sementara Imam Abu Hanifah serta kebanyakan ulama khalaf dan salaf justru memiliki pandangan berbeda, demikian pula dengan Imam Ahmad. Menurut Imam Ahmad, berhaji menggunakan harta haram itu nggak sah. Tapi, Imam Ahmad mengatakan dalam pendapat lainnya bahwa ibadah haji itu masih sah, namun tetap saja akan diharamkan.

 

Dalam salah satu hadist shahih, disebutkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyebut ada seseorang yang melakukan perjalanan jauh dan badannya berdebu. Orang ini lalu menengadahkan tangan ke langit dan menyebut nama Allah. Padahal, makanannya berasal dari sumber yang haram, minumannya berasal dari sumber yang haram, pakaiannya pun dari sumber yang haram. Jadi, gimana mungkin doanya akan terkabul?

 

Ibnul Mundzir mengatakan sebagaimana dinukil Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni turut menyatakan pendapatnya terkait riba. Para ulama telah sepakat bahwa apabila ada seseorang yang memberi utang dengan syarat tambahan uang saat mengembalikannya, dan orang tersebut memenuhi persyaratan itu, maka pengambilan tambahan termasuk dalam riba. Maka dari itu, usahakan banget supaya kita bisa pergi haji atau umroh tanpa melibatkan pinjaman riba di dalamnya ya.

2
Wahyu Tri Utami
Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *