Ica Khaerunisah Penulis lepas yang suka kopi sachet

PEMBUATAN KISWAH, KAIN PENYELIMUT KA'BAH

1 min read

PEMBUATAN KISWAH, KAIN PENYELIMUT KA'BAH

Pernahkah kamu memperhatikan kain yang menyelimuti kab’ah? Kain itu disebut dengan kiswah. Sebuah kain yang ukurannya sangat besar sehingga bisa menutupi kab’ah tentu tidak tiba-tiba ada. Harus ada yang membuatnya. Tahukah kamu seperti apa pembuatan kain penyelimut ka’bah itu? Ngga akan lengkap rasanya mengetahui kisah tentang pembangunan kab’ah tanpa tahu tentang pembuatan kain istimewa yang satu ini. Ya, tentunya pembuatan kiswah ngga lepas dari sejarah pembuatan kabah oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Sejak jaman Nabi Ismail, kab’ah sudah diselimuti dengan kiswah.

 

Sebelum membahas tentang pembuatannya, perlu diketahui lebih dulu kalau ternyata kiswah itu hanya berumur satu tahun saja. maksudnya, tiap satu tahun sekali kain penyelimut kab’ah itu akan diganti dengan yang baru. Tepatnya, pergantian dilakukan tiap tanggal 9 Dzulhijah. Alasan dipilihnya tanggal itu sebagai hari digantinya kiswah cukup sederhana. Yaitu karena pada waktu itulah kab’ah dalam situasi lengang. Lalu kemana perginya kiswah yang lama? Nah, kiswah lama akan dipotong-potong lalu dijual kembali sebagai souvenir. Bisa juga diberikan kepada orang atau organisasi tertentu yang dipilih, misalnya diberikan kepada PBB.

 

Nah, tentang pembuatan kiswah, kita bisa memulainya dengan mengetahui bahan yang digunakan. Kiswah pertama yang menyelimuti kab’ah pada jaman Nabi Ismail terbuat dari kulit unta. Kemudian berganti-ganti bahan setiap pembuatannya. Pernah Nabi Muhammad memerintahkan pembuatan kiswah dengan menggunakan kain Yaman. Di lain waktu, pemimpin tanah suci membuat kiswah dari benang kapas. Bahan yang berbeda-beda untuk membuat kiswah pada tiap masanya, tentu membuat wakna kiswah juga berbeda-beda. Sekarang ini kiswah berwarna hitam. Namun, pernah juga pada masanya, kiswah berwarna putih, hitam, hijau, juga merah.

 

Setelah kain tersedia, tentu proses pembuatan kiswah akan dimulai. Proses pembuatan kain penyelimut kab’ah ini melibatkan banyak tenaga kerja. Tenaga kerja tersebut terbagi menjadi beberapa jenis seperti desainer, staf, administrasi, juga pekerja kasar. Nah, pekerja kasar atau teknis sendiri juga terbagi lagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Diantaranya pembuatan sabuk, tenun tangan, tenun makanik, pencelupan, pencetakan, dan tutup kab’ah.

 

Proses pembuatan kiswah untuk kab’ah dilakukan dengan rapi dan penuh perencanaan. Ada beberapa proses yang harus dijalankan karena pembuatannya benar-benar dilakukan sejak awal yaitu dari pembuatan kainnya menggunakan benang. Selain kainnya yang dibuat sendiri, desainnya pun dikerjakan secara khusus. Proses desain melibatkan sekitar 200 kaligrafer sampai jadilah kiswah yang bukan hanya besar menutupi kab’ah tapi juga indah. Keindahan yang bisa kita lihat saat menunaikan ibadah haji. Itulah bagaimana pembuatan kain penyelimut kab’ah yang dikenal dengan nama kiswah.

1
Ica Khaerunisah
Ica Khaerunisah Penulis lepas yang suka kopi sachet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *