Ica Khaerunisah Penulis lepas yang suka kopi sachet

PEMBALASAN DI TANAH SUCI, BIKIN TAKUT BERANGKAT HAJI?

1 min read

PEMBALASAN DI TANAH SUCI, BIKIN TAKUT BERANGKAT HAJI?

“Belum siap”, adalah alasan paling klasik yang sering disampaikan orang-orang untuk menunda keberangkatan haji walau sebenarnya sudah mampu. Perasaan ngga siap itu ditambah dengan mudahnya kita percaya pada kepercayaan-kepercayaan yang beredar di masyarakat. Padahal itu juga belum tentu kebenarannya. Misalnya kepercayaan tentang pembalasan di tanah suci. Kepercayaan itu mengatakan kalau perilaku kita sehari-hari apakah baik atau buruk akan mendapatkan pembalasannya di tanah suci. Adanya kepercayaan itu membuat orang yang merasa pernah memiliki perilaku buruk jadi merasa takut. Lalu, apakah kepercayaan itu benar adanya atau hanya mitos belaka?

 

Ternyata, kepercayaan tentang pembalasan di tanah suci hanya beredar di Indonesia aja lho... Kalau di negara-negara lain sih ngga ada kepercayaan seperti itu. Dari sini saja, kita sudah harus curiga kan? Apalagi kepercayaan seperti itu juga cuma beredar dari mulut ke mulut. Ngga ada tuh dalil yang menyebutkannya. Bahkan banyak ulama sudah menjelaskan dalam halaqoh-halaqoh ilmu dan beberapa kitab karya mereka kalau anggapan seperti itu cuma mitos belaka. Jadi, jangan mau dibuat takut dulu. Walau begitu, kalau memang sekarang kamu masih suka melakukan perbuatan buruk, baiknya tetap niatkan berhenti dan bertaubat.

 

Agama islam mengajarkan bahwa manusia memang akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT kelak di akhirat. Tentang hal yang satu itu banyak dijelaskan dalam Al-quran dan hadist, salah satunya dalam surat Al-Zilzilah. Berikut ini potongan ayatnya dari ayat 6 sampai 8:

 

“Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan berkelompok-kelompok, untuk diperlihatkan kepada mereka (balasan) semua perbuatannya. Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan sebesar zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”

 

Jadi, perbuatan baik maupun buruk pasti akan mendapatkan balasannya. Bukan di dunia atau secara khusus saat seseorang menunaikan ibadah haji. Tapi sesuai dengan ajaran agama islam, pembalasan atau pertanggungjawaban itu akan ada di akhirat kelak. Jika memang kita mendapatkan kejadian buruk di dunia atau di tanah suci, anggaplah itu sebagai cobaan Allah yang akan semakin meningkatkan keimanan kita, bukan membuat kita mempercayai mitos yang tidak ada dasarnya. Jadi, masih mau takut dengan mitos pembalasan di tanah suci?

 

Kalau kamu memang merasa memiliki kesalahan, jangan menjadikannya alasan untuk takut berangkat haji. Justru menunaikan ibadah haji bisa kamu jadikan sebagai sarana untuk menyucikan diri. Allah SWT adalah Maha Pengampun. Asalkan kita sebagai hamba yang pernah berbuat salah mau menyesal dan sungguh-sungguh bertaubat insyaallah kita akan diampuni. Kemudian ketakutan kita terhadap mitos pembalasan di tanah suci bisa kita jadikan motivasi untuk bisa memperbaiki diri sebelum berangkat haji. Salah satu langkah awal untuk memulai pertaubatan selain niat yang sungguh-sungguh adalah meminta maaf kepada sesama manusia. Minta maaflah kepada siapa saja yang mungkin pernah kita sakiti.

3
Ica Khaerunisah
Ica Khaerunisah Penulis lepas yang suka kopi sachet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *