Firman Zamzami Muhammad LC Alumni Damascus Univ Suriah | Pengasuh acara percikan Iman 908 Oz Radio Jakarta

NGANTUK DI MASJIDIL HARAM? INI ETIKA TIDUR DI MASJIDIL HARAM

1 min read

NGANTUK DI MASJIDIL HARAM? INI ETIKA TIDUR DI MASJIDIL HARAM

Kelelahan dan rasa kantuk memang bisa menyerang kepada jamaah haji atau umroh yang melaksanakan itikaf di Masjdil Haram atau Masjid Nabawi, sehingga tidak sedikit jamaah tertidur di dalam masjid. Di dalam hukum Islam memang tidur di masjid tidak dilarang selagi menjaga etika atau adabnya. Apa aja sih etikanya? Salah satu di antaranya adalah tidak tidur berbaring ke sisi kiri, terlentang dan tengkurap. Ini alasannya karena tidur dalam keadaan demikian sangat dicela oleh Rasulullah Saw. Sebagaimana disebutkan dalam hadist dari Abu Hurairah, bahwasanya Rasulullah Saw melihat seorang Laki-laki muslim tidur tengkurap, kemudian beliau bersabda “Ini adalah cara tidur yang tidak disukai oleh Allah”.

Selain dilihat dari sisi etika islam, dari sisi medis dan kesehatan pun memang tidur dalam keadaan tengkurap ini sangat tidak dianjurkan. Sebagaimana diungkapkan oleh seorang ulama sekaligus pakar kedokteran, Ibnul Qayyim Al-Jauziyyah “terlalu sering tidur dengan sisi kiri membahayakan bagi jantung karena kecenderungan anggota (organ dalam) ke kiri, maka bisa menekannya. Selain itu, cara tidur yang kurang baik juga adalah terlentang. Tetapi tidak mengapa jika sekedar untuk beristirahat tanpa tidur. Dan yang kurang baik juga adalah cara tidur berbaring dengan mukanya (tengkurap).

Ilmu kedokteran modern pun telah membuktikan bahwa memang tidur tengkurap ini sangat berbahaya, apalagi tidurnya pulas dan lama karena saat tidur tengkurap otomatis otot dada atau otot pernafasan kita tidak dapat mengembangkan dada dengan baik dan maksimal, sehingga  aliran oksigen menjadi lebih sedikit dan bisa berakibat menjadi sesak nafas. Demikian juga tidur pada sisi kiri badan (yaitu menghadap ke kiri) juga berbahaya, karena organ-organ bisa menghimpit jantung sehingga sirkulasi darah terganggu dan mengurangi pasokan darah ke otak. Sedangkan tidur terlentang akan kurang baik jika bagian tubuh tidak ditopang dengan baik atau tidak menyentuh tempat tidur dengan ideal sehingga bisa menyebabkan nyeri punggung ketika bangun tidur.

Maka jamaah Haji yang ingin tidur di dalam masjid hendaknya berbaring ke sisi kanan, selain mengikuti pola tidur nabi juga sangat baik untuk kesehatan. Jadi tidur pun bisa bernilai ibadah jika kita melakukannya ingin ittiba atau mencontoh kepada nabi. Dan cara tidur seperti ini pun sebenarnya bukan hanya berlaku di dalam masjid saja namun bersifat umum dimana saja.

Kemudian hal yang mesti diperhatikan oleh jamaah juga adalah lokasi yang akan dipakai untuk melepas kantuk dan lelah untuk tidur, jangan sampai kita tidur di tempat yang dipakai oleh jamaah lain berlalu lalang atau bahkan menghalangi jamaah yang akan melakukan ibadah. Carilah tempat yang ada disudut sudut masjid sehingga tidak mengganggu orang lain.

1
Firman Zamzami Muhammad LC
Firman Zamzami Muhammad LC Alumni Damascus Univ Suriah | Pengasuh acara percikan Iman 908 Oz Radio Jakarta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *