Desi Wulandari Buruh teks serabutan

MENYAMPAIKAN SALAM UNTUK NABI KETIKA BERHAJI

1 min read

MENYAMPAIKAN SALAM UNTUK NABI KETIKA BERHAJI

Pasti kalian pernah mendengar ketika ada anggota keluarga atau tetangga yang akan pergi ibadah haji atau umroh, ada beberapa kerabat yang menitip pesan agar bisa menyampaikan salam untuk Nabi Muhammad SAW. Salah satu kitab karya Syaikh Maliki yang berjudul “Mafahim Yajibu an Tushohah”, di dalamnya menyebutkan bahwa Nabi Muhammad itu meninggalnya seperti hidupnya, sesuai yang tercantum dalam sebuah hadis, “Barangsiapa menziarahi kuburku, maka seakan-akan menziarahi waktu hidupku.” Oleh karena itu banyak sekali umat muslim yang datang ke tanah suci selain melaksanakan ibadah haji dan umroh, juga untuk berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan kepada beliau.

 

Bagi orang yang dititip salam, maka wajib hukumnya buat menyampaikan salam untuk Nabi Muhammad SAW ketika berziarah ke makam beliau. Karena pesan itu termasuk amanat, yang artinya harus dilaksanakan dan jika diabaikan maka akan berdosa bagi si penerima. Lalu bagaimana caranya menyampaikan salam tersebut? Jemaah haji bisa menggunakan bahasa Indonesia kalau memang ngga mengerti bahasa Arab. Usahakan ketika berada di makam Rasulullah jangan terlalu dekat dengan makam, karena petugas keamanan Masjid Nabawi biasanya suka mengusir jemaah yang terlalu lama berdiri di sana. Alasannya karena akan menggangu jalan bagi jemaah yang lain serta mereka justru menganggap kita sedang berdoa kepada kuburan.

 

Jadi, ketika kita pengin mengucap salam atau bersholawat sebaiknya mencari posisi yang cukup berjarak dari bangunan makam Nabi Muhammad SAW supaya ngga mengganggu dan terganggu oleh jemaah lain. Meski begitu, petugas keamanan terkadang juga lagi-lagi menegur agar kita berbalik badan ke arah kiblat, dengan alasan berdoa itu sebaiknya menghadap kiblat. Kalau sudah selesai menyampaikan salam untuk Nabi Muhammad SAW dari kerabat di tanah air yang mengamanatkannya padamu, maka jangan lupa untuk memohon kepada Allah agar terus bisa menjalankan sunah Nabi Muhammad SAW, mendapat syafaat Rasulullah di akhirat kelak dan dipertemukan dengan beliau serta para sahabat dan umat beliau yang lainnya.

 

Mengunjungi makam Nabi memang bukan menjadi rukun haji atau umroh, tapi hampir sebagian besar jemaah haji atau umroh pasti akan menyempatkan diri untuk berziarah ke sana dan mendoakan kebaikan Rasulullah. Di samping makam Nabi Muhammad juga terletak makam dari dua sahabat dekatnya, yaitu Abu Bakar Sidiq dan Umar bin Khattab.

4
Desi Wulandari
Desi Wulandari Buruh teks serabutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *