Desi Wulandari Buruh teks serabutan

MENGUNJUNGI TEMPAT BERSEJARAH: JABAL NUR DI MEKAH

1 min read

MENGUNJUNGI TEMPAT BERSEJARAH: JABAL NUR DI MEKAH

Selesai menjalankan rangkaian proses ibadah haji, biasanya ketua rombongan dari agen perjalanan bakal mengumumkan kegiatan yang akan dilakukan selanjutnya, yaitu melaksanakan ziarah ke tempat bersejarah yang ada di Mekah ataupun Madinah. Salah satu tujuan ziarahnya yaitu Jabal Nur di Mekah, sebuah bukit yang punya cerita sejarah besar bagi umat Islam.

 

Sejarah islam mencatat, Jabal Nur di Mekah menjadi situs penting karena di sana terletak Gua Hira, tempat Nabi Muhammad SAW menerima wahyu untuk pertama kalinya dan bertemu dengan Malaikat Jibril buat ‘dilantik’ sebagai seorang Nabi. Jemaah yang ingin melihat Gua Hira perlu kesabaran ekstra dan penuh hati-hati untuk bisa mendakinya. Sebabnya, jalur buat mencapai ke sana ngga gampang karena jalannya yang mendaki dan cukup miring. Belum lagi jalurnya berupa bebatuan yang cukup tajam. Bukit setinggi 642 meter di atas permukaan laut tersebut juga menguji jemaah yang ingin mendakinya karena ngga ada pepohonan yang bisa melindungi jemaah dari sengatan matahari terik.

 

Meskipun begitu, hal tersebut ngga menyurutkan semangat para jemaah dan umrah buat bisa melihat tempat sebagai saksi wahyu pertama diturunkan pada Nabi Muhammad SAW yang saat itu sudah berusia 40 tahun. Perintah pertama yang diturunkan oleh Allah yaitu untuk membaca dan tercantum dalam surat Al Alaq ayat 1 sampai 5: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam, Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya”. Jabal Nur di Mekah sendiri terletak di kawasan Hejaz atau sekitar 7 kilometer dari Masjidil Haram.

 

Namun sayangnya, Kementerian Haji dan Arab Saudi mengeluarkan peraturan baru berupa larangan mengunjungi beberapa lokasi bersejarah, termasuk Jabal Nur di Mekah. Larangan yang dikeluarkan pada tanggal 19 April 2018 tersebut dikeluarkan dengan alasan untuk menekan adanya aktivitas yang tergolong bidah (perbuatan di luar sunah yang dicontohkan) atau khufarat. Tambahan buat di Jabal Nur, untuk mencegah terjadinya kasus jemaah jatuh dari atas bukit. Aturan tersebut bakal disampaikan kepada jemaah haji dan umrah melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Bagi jemaah atau agen perjalanan haji dan umrah yang melanggar, maka bakal dikenakan denda sebesar 5.000 Rial Saudi atau sekitar Rp 18,5 Juta.

 

Beberapa lokasi bersejarah lainnya yang dilarang untuk dikunjungi yaitu Ladang Kurma di Madinah, Kawasan Halimatus Sa’diah, Masjid Kuu’, Masjid Ibnu Abbas, Masjid Siti Rahmah atau Masjid Terapung di Jeddah, serta Jabal Tsur. Kalau jemaah haji tetap ingin berkunjung ke tempat tersebut, maka harus mendapatkan izin otoritas dari pemerintah Arab Saudi.

1
Desi Wulandari
Desi Wulandari Buruh teks serabutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *