Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

MENGINTIP WAJAH SHAFA MARWAH KINI

1 min read

MENGINTIP WAJAH SHAFA MARWAH KINI

Usai thawaf, jamaah umroh akan meneruskan rukun umroh berikutnya yaitu sa’i. Tahapan yang satu ini adalah berlari-lari kecil antara bukit Shafa Marwah. Sa’i sendiri berarti berusaha, sehingga tempat ini juga bisa digunakan sebagai tempat perenungan orang-orang yang beribadah agar tetap berjiwa optimis dalam aneka keadaan. Jika kita tengok lokasi sa’i sekarang telah mendapat banyak polesan di sana-sini demi menambah kenyamanan jamaah umroh yang menjalankan ibadah di sana.

 

Kita mungkin pernah mendengar sejarah sa’i di mana Nabi Ibrahim diperintah oleh Allah subhanahu wa ta’ala agar meninggalkan sang istri, Siti Hajar, di gurun dengan putranya yang masih bayi, Ismail. Saat perbekalan yang dibawa Siti Hajar telah habis, ia kemudian meninggalkan bayinya untuk mendaki bukit Shafa demi mencari air. Namun saat menemukan bahwa tak ada air di bukit Shafa, Siti Hajar beralih ke bukit Marwah. Ternyata di sana juga tidak ada air seperti yang disangkanya akan dilihatnya. Saat kembali ke sisi Ismail, Siti Hajar lalu melihat air memancar dari tanah di dekat kaki sang bayi.

 

Umat Islam mempercayai bahwa Allah mengutus Malaikat Jibril guna memunculkan air di dekat kaki Ismail. Saat Siti Hajar menampung air dalam pasir serta batu, ia mengucap “berkumpullah, berkumpullah” atau yang dalam bahasa Arab disebut Zamzam. Daerah di sekeliling titik munculnya air kemudian diubah menjadi sumur dan menjadi tempat istirahat bagi para kafilah. Seiring perkembangan zaman, tempat tersebut menjadi Kota Mekkah yang kita kenal sekarang.

 

Bukit Shafa sebagai titik awal sa’i terletak kira-kira 100 meter dari Kabah. Sementara bukit Marwah terletak kira-kira 350 meter dari Kabah. Jarak antar Shafa Marwah sendiri kurang lebih 450 meter. Perjalanan tujuh kali bolak-balik kedua bukit tersebut berjarak 3.15 kilometer. Inilah salah satu alasan mengapa jamaah umroh harus mempersiapkan fisik yang kuat sebelum berangkat. Kalau tidak, bisa tepar di tengah jalan!

 

Dulunya, tempat sa’i ini ada di luar kawasan Masjidil Haram. Tapi sekarang, lokasi ini telah semakin disempurnakan oleh pemerintah Arab Saudi. Pasca perluasan Masjidil Haram, baik bukit Shafa serta bukit Marwah telah sama-sama masuk kawasan Masjidil Haram. Ini artinya, jamaah ngga harus keluar masjid setelah selesai melakukan thawaf.

 

Di atas tempat sa’i juga telah dibangun tingkat setinggi 12 meter. Di atas bukit Shafa juga sudah disediakan atap layaknya kubah bundar dan di sampingnya berdiri tegak sebuah menara setinggi 92 meter. Terdapat pula 8 buah pintu utama yang menghadap jalan umum di timur. Jamaah yang tengah menjalankan ibadah sa’i tak perlu khawatir kehausan karena di sepanjang jalan telah tersedia tempat air minum zamzam. Singkatnya, Shafa Marwah kini tampil makin kekinian dan mengakomodasi jamaah umroh dengan lebih baik.

 

5
Wahyu Tri Utami
Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *