Salsabila A a wanderer and a writer

MENGINTIP RUMAH NABI MUHAMMAD, SEPERTI APA YA?

1 min read

MENGINTIP RUMAH NABI MUHAMMAD, SEPERTI APA YA?

Nabi Muhammad ialah Rasul Allah sekaligus nabi terakhir yang diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Beliau diutus untuk membawa kitab suci Al Quran yang akan digunakan sebagai panduan hidup hingga akhir zaman. Sebagai sosok teladan, Rasulullah shalallahualaihi wassalam sangat dicintai serta dirindukan sama semua umat. Walaupun kita ngga pernah melihat beliau secara langsung, namun dalam hati tiap muslim wajib untuk mempercayai serta beriman padanya sebagai utusan Allah. Mempelajari keteladanan beliau bisa juga dilakukan melalui melihat langsung diorama rumah Nabi Muhammad yang ditempati semasa hidupnya.

 

Lahir di Mekkah pada bulan Rabi’ul Awal, Nabi Muhammad kala itu sudah tidak memiliki ayah. Ia lalu diasuh kakek serta pamannya. Beliau kemudian hijrah ke Madinah dan tinggal di sana hingga akhir hayatnya sembari terus menyebarkan agama Islam. Museum Nabi Muhammad sendiri bisa kita lihat di depan gerbang Masjid Nabawi. Di sana juga terdapat diorama rumah tempat tinggal Nabi selama berada di Madinah.

 

Museum ini buka tiap hari mulai pukul 8 pagi hingga 8 malam. Ngga usah khawatir akan tiket masuknya karena ngga ada pungutan biaya sepeser pun bagi siapa aja yang ingin berkunjung. Jangan bayangkan akan melihat barang-barang peninggalan Rasulullah, karena isinya lebih berupa diorama alias replika rumah beliau.

 

Pembuatan museum ini juga ngga asal-asalan melainkan dilakukan dengan penuh perhitungan. Ngga tanggung-tanggung, penelitian mendalam dari Al Madinah Al Munawwarah Research and Studies Center turut memberi gambaran mendetail tentang rumah tempat tinggal Nabi Muhammad sebagai patokan diorama dalam museum.

 

Berdasarkan diorama yang terlihat, rumah Nabi Muhammad tampak sangat sederhana. Jauh dari kesan mewah apalagi berlebih-lebihan, walau faktanya beliau adalah utusan Allah dan manusia paling beriman di muka Bumi. Rumah beliau hanya berupa tembok bata dengan atap daun kurma kering. Isi rumah juga ngga terlalu banyak ruang ataupun perabot. Ada satu ruang untuk kegiatan utam serta satu buah kamar tidur. Pagarnya terbuat dari kayu dan dilengkapi akses untuk langsung menuju Masjid Nabawi.

 

Berdasarkan diorama yang sama, Masjid Nabawi dulu kala juga masih sangat sederhana dan belum secanggih sekarang. Masjidnya terdiri dari tembok tinggi, alasnya dari tanah dan atap hanya tersedia untuk shaf pertama saja. Kota Madinah sendiri saat itu masih sepi dan hanya ada beberapa rumah saja. Luas Kota Madinah dulunya hanya seluas Masjid Nabawi di era sekarang.

 

Kini, rumah Nabi Muhammad telah menjadi bagian ngga terpisahkan dari Masjid Nabawi. Makam beliau yang tadinya ada dalam kamar di dalam rumah, sekarang berbentuk dinding hijau persegi empat di dalam Masjid Nabawi. Museum rumah Nabi Muhammad juga menjadi salah satu objek wisata yang kerap disambangi jamaah umroh maupun haji. Tertarik berkunjung?

3
Salsabila A
Salsabila A a wanderer and a writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *