Desi Wulandari Buruh teks serabutan

MENGHADIRI PENGAJIAN DI MASJIDIL HARAM

1 min read

MENGHADIRI PENGAJIAN DI MASJIDIL HARAM

Jemaah haji atau umrah yang sedang berada di tanah suci ngga perlu bingung mencari kegiatan selain iktikaf di Masjidil Haram. Mereka bisa mengikuti pengajian di Masjidil Haram, sebuah fasilitas yang disediakan oleh pihak kerajaan Arab Saudi. Pengajian di sini ngga sekedar membaca Al Quran saja, tapi juga mengajarkan ilmu agama Islam seperti hadis, fikih, dan sunah Rasulullah. Pengajian di Masjidil Haram yang masih berlangsung sampai saat ini yaitu diasuh oleh Syekh Makky Al Bakistani.

 

Jemaah haji bisa ikut dalam pengajian tersebut. Selepas salat subuh di belakang Hijr Ismail, beliau mengajarkan dan memberi ilmunya kepada santri sampai waktu dhuha. Putranya, Syekh Abdul Kadir Al Mandili (Mandailing) dan Syekh Wasiuallah juga mengikuti jejak yang sama, mengajarkan ilmu agama seperti yang dilakukan pendahulunya.

 

Beberapa santri yang mengikuti pengajian ini juga ikut serta dalam pendidikan formal di Ma’had Al Haram, yang letaknya di pintu Malik Fahd bin Abdul Aziz. Pelajar yang datang ngga cuma warga negara Arab Saudi, tapi juga berbagai negara seperti Indonesia, Afrika, India, Pakistan, Thailand, dan Malaysia. Buat bisa mengikuti pendidikan formal di Ma’had Al Haram ini, pelajar harus melalui seleksi yang ketat dan harus mengikuti aturan dan ketentuan yang sudah disepakati oleh pihak kerajaan setelah dinyatakan diterima. Pelajar juga mendapat beasiswa setiap bulan dari pemerintah Arab Saudi. Materi yang diajarkan yaitu ilmu hadis seperti Bukhari dan Muslim. Tujuan utamanya yaitu melestarikan nilai Al Quran dan sunah Nabi Muhammad SAW serta kitab klasik. Ini jadi salah satu bukti bahwa kota Mekah memang jadi pusat kajian ilmu agama dari masa ke masa.

 

Pengajian di Masjidil Haram ini diadakan di setiap pintu utama Masjidil Haram, di antaranya Abdul Aziz, Malik Fahad, Bab Al Salam, Bab Al Fattah, dan Bab Al Umrah. Sedangkan di pelataran Masjidil Haram seperti Hijr Ismail dan Rukun Yamani biasanya jadi tempat pengajian rutin atau halakoh setiap lepas salat magrib dan subuh. Hampir semua kegiatan pengajian di Masjidil Haram selalu diadakan terus menerus tanpa pernah berhenti. Pada abad 16 sampai 20-an, masih banyak ulama keturunan Indonesia yang mengajar pengajian di Masjidil Haram ini. Namun sayangnya, semakin waktu berlalu ulama keturunan Indonesia yang ada semakin jarang atau bahkan bisa dibilang langka.

5
Desi Wulandari
Desi Wulandari Buruh teks serabutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *