sabila ainur a wanderer and a writer

MENGENAL SEJARAH KOTA BERCAHAYA, MADINAH AL MUNAWAROH

1 min read

MENGENAL SEJARAH KOTA BERCAHAYA, MADINAH AL MUNAWAROH

Kota ini dulunya bernama Yatsrib dan punya peran penting dalam penyebaran agama Islam. Yap, betul sekali. Kota yang sekarang disebut Madinah Al Munawaroh selain menjadi pusat penyebaran Islam ke seluruh dunia juga sebagai tempat terakhir Nabi Muhammad wafat dan dimakamkan. Letak makamnya ngga jauh dengan rumah beliau dulu dan saat ini masuk ke dalam area masjid.

 

Kalau kita menilik sejarahnya, kota Madinah ini dulunya diceritakan sebagai kota yang penuh wabah penyakit, gersang dengan cuaca yang sangat panas seperti yang disebutkan dalam sebuah riwayat: Aisyah berkata, “Kami tiba di Madinah. Ia adalah bumi Allah yang paling banyak penyakitnya” (HR. Imam Bukhori).

 

Sejak hijrahnya Nabi Muhammad SAW ke kota Madinah, kehidupan masyarakat jadi banyak berubah ke arah yang lebih baik. Islam yang berkembang pesat mengiringi pula berkahirnya dendam antara dua kabilah yang bertikai, antara Suku Aus dan Suku Khozroj. Kedua kabilah itu kemudian melebur menjadi satu dengan nama yang sudah sering kita dengar, yaitu kelompok Anshar. Bermula dari hal itu, kelompok-kelompok dakwah dan pasukan jihad bergerak sampai ikut dalam dua perang besar, Perang Uhud dan Perang Ahzab (parit). Sehingga akhirnya kota Madinah Al Munawaroh bisa bebas dari kaum Yahudi yang menentang agama Islam. Utusan dari jazirah Arab pun datang untuk membaiat Rasulullah.

 

Kota Madinah yang dulunya terbelakang, sejak sepuluh tahun kedatangan Rasulullah dan memulai kehidupan di sana perlahan menjadi kota yang bisa dibilang sebagai pusat keimanan. Bayangkan saja, banyak wahyu Allah dan pengarahan-pengarahan kenabian untuk Rasulullah yang turun di Madinah. Kebudayaan dan bidang politik yang semakin maju juga membentuk pengetahuan dan perilaku pada generasi Sahabat Nabi dan jadi bekal untuk mereka menyebarkan agama Islam ke setiap negara di dunia. Bahkan setelah Rasulullah wafat, kota Madinah Al Munawaroh ini masih tetap melanjutkan risalah keimanannya pada masa pemerintahan Khulafa'ur Rasyidin. Tentunya masih dengan misi menjadi ibukota Negara Islam yang berkembang dan tetap menjaga persatuan.

 

Kalau dibandingkan dengan kota Mekah, Madinah lebih terasa sejuk dan nyaman. Bangunan yang ada di kota pun lebih tertata rapi dan jalan-jalan kota  terlihat bersih. Suasana yang tenang dan tenteram terlihat dari keseharian penduduknya. Semoga saja kita bisa belajar hal baik dari sejarah kota Madinah Al Munawaroh dan kehidupan masyarakatnya.

3
sabila ainur
sabila ainur a wanderer and a writer