Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

MENGENAL LEBIH DEKAT HIJIR ISMAIL

1 min read

MENGENAL LEBIH DEKAT HIJIR ISMAIL

Jamaah haji dan umroh biasanya udah nggak asing dengan Hijir Ismail. Istilah ini sendiri merujuk pada sebidang tanah dengan bentuk setengah lingkaran di bagian utara dari Ka’bah. Bagian dalamnya sendiri langsung berbatasan dengan dinding Ka’bah, tepatnya antara Rukun Iraqi dan Rukun Syami. Bagian luarnya berbentuk setengah lingkaran serta dipagari rendah kira-kira enam siku dari dinding Ka’bah. Pagar ini biasa disebut al-Hatim dan berada di bawah talang air. Hijir Ismail seringkali dijadikan tempat sholat serta memanjatkan doa. Konon kabarnya nih, tempat ini diyakini sebagai salah satu dari sedikit tempat doa dikabulkan.

 

Nama Hijir Ismail sendiri nggak lepas dari sejarah berdirinya tempat ini. Abbas Kararah menyebut bahwa tanah ini dulunya disediakan secara sengaja oleh Nabi Ibrahim untuk sang putra yang tak lain adalah Nabi Ismail. Di atas tanah tersebut kemudian ditanam pohon arak yang dahannya biasa digunakan untuk menggosok gigi. Pohon ini kemudian digunakan sebagai tempat perlindungan Nabi Ismail serta domba-domba yang digembalakannya. Diriwayatkan pula bahwa di atas tanah itu dibangun pondasi rumah bagi keluarga Nabi Ibrahim serta pemakaman keluarga mereka. Nabi Ismail sendiri dimakamkan di tanah tersebut, bersisian dengan makam sang ibu, Siti Hajar.

 

Dulunya, Hijir Ismail termasuk dalam bangunan Ka’bah. Tapi, setelah pemugaran Ka’bah di tahun kelima sebelum diangkatnya Nabi Muhammad sebagai Rasul, Hijir Ismail keluar dari bangunan Ka’bah. Diputuskanlah untuk mengurangi sisi utara Ka’bah. Pengurangan luas Ka’bah kemudian meninggalkan ruang kosong sehingga dari awal mulanya, tempat ini memang masuk dalam bagian integral yang nggak bisa dipisahkan dari Ka’bah.

 

Dasar pijakan yang menyatakan bahwa Hijir Ismail adalah bagian dari Ka’bah ini cukup kuat. Salah satunya adalah hadits Aisyah radhiyallahu anhu yang menerangkan bahwa dirinya bertanya pada Rasulullah terkait Hijir. Rasulullah menjawab bahwa benar Hijir ini termasuk bagian Ka’bah, sementara alasan mengapa kaum Quraisy nggak memasukannya dalam Baitullah adalah karena kekurangan biaya.

 

Berdasarkan hadits seputar Hijir Ismail tersebut, ulama sepakat bahwa Hijir ialah bagian dari Ka’bah. Hukum-hukum yang terkait Ka’bah akan turut terkait dengan Hijir. Hijir ini sendiri memiliki peranan penting dalam rangkaian pelaksanaan ibadah haji maupun umroh. Kalau seseorang sampai melakukan thawaf tanpa mengelilingi Hijir, maka thawafnya bakal dinilai nggak sah. Area depan Hijir ini sendiri selalu dipadati jamaah yang mau sholat atau berdoa. Bakal dikabulkan, kok!

 

1
Wahyu Tri Utami
Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *