Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

MENGENAL KACANG ARAB, OLEH-OLEH KHAS UMROH

1 min read

MENGENAL KACANG ARAB, OLEH-OLEH KHAS UMROH

Salah satu oleh-oleh khas yang sering dibawa pulang jamaah umroh atau haji ialah kacang arab. Tanaman ini memiliki nama latin Cicerarietinum dan merupakan tanaman paling kuno yang sudah dibudidayakan sejak ratusan abad silam. Bahkan, kabarnya kacang ini udah eksis sejak 7500 tahun yang lalu! Kacang arab punya banyak nama, salah satunya yang populer ialah Kacang Fustuk dan Pistachio.

Ada dua jenis Pistachio yaitu kacang desi yang ukurannya lebih kecil, teksturnya kasar, warnanya lebih gelap dan banyak ditanam di Meksiko, India serta Iran. Jenis kedua adalah kacang kabuli yang warnanya lebih terang, tekstur kulit lebih halus dan ukurannya lebih besar. Khusus kacang jenis ini lebih banyak ditemukan di Eropa Selatan, Afrika Utara, Afghanistan dan Chili.

Trus, kenapa bisa namanya jadi kacang arab kalau ternyata kacang ini bukan khas dari Arab? Kenapa namanya bukan kacang Meksiko, kacang Iran atau kacang Afghanistan? Usut punya usut, sebutan kacang arab ini cuma populer di Indonesia saja. Alasannya, ya karena kacang ini biasa dibawa pulang jamaah umroh atau haji dari Arab Saudi ke Tanah Air. Makanya, orang Indonesia kemudian latah menyebutnya sebagai kacang Arab. Dunia lebih mengenalnya sebagai Pistachio, sesuai nama biji buah Pistachia Vera yang memang adalah nama lain dari tanaman ini.

Bentuk kacang arab secara umum mirip kacang almond. Bahkan, ada juga yang menyebutnya sebagai green almond. Bagian dalam kacang berwarna hijau, krim, hitam hingga cokelat. Biji ini diselimuti oleh lapisan kulit ari dengan warna agak kemerahan. Kulitnya agak keras dan sedikit terbuka di bagian tengah. Kulit ini bener-bener keras, butuh usaha buat memakannya.

Kandungan gizi kacang arab sama tinggi seperti polong-polongan lain. Di dalamnya terdapat kandungan protein, lemak, karbohidrat, crude fiber dan lain-lain. Nilai gizi yang nyaris setara kacang almond ini sempat bikin kacang arab hanya dikonsumsi para bangsawan di zaman dulu. Bahkan, kabarnya kacang arab adalah cemilan favorit Ratu Bilqis dan Ratu Sheba. Konsumsi kacang arab diyakini bisa menurunkan kolesterol jahat, mengurangi ancaman kanker paru-paru, menguatkan jantung dan merupakan sumber protein yang baik bagi tubuh.

Manfaat lainnya adalah kacang arab juga kaya akan antioksidan dan melindungi sel dalam tubuh dari radikal bebas. Hal ini bukan tanpa dasar, melainkan atas hasil penemuan Journal of Nutrition. Jadi, semua manfaat kacang arab di atas bukan hoax, ya!

2
Wahyu Tri Utami
Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *