Ica Khaerunisah Penulis lepas yang suka kopi sachet

MENGAMBIL PELAJARAN DARI ZIARAH JABAL UHUD

1 min read

MENGAMBIL PELAJARAN DARI ZIARAH JABAL UHUD

Setiap sudut tanah suci punya cerita yang bisa kita ambil pelajarannya, termasuk Jabal Uhud. Gunung yang namanya mempunyai arti “Gunung Menyendiri” ini adalah tempat terjadinya Perang Uhud. Mungkin kamu juga sudah sering mendengar nama perang ini. Sebuah perang yang menggugurkan banyak kaum muslimin. Pelajaran apa yang bisa diambil dari ziarah Jabal Uhud kalau dalam sejarahnya saja justru penuh duka? Bisa dibilang kaum musliminlah yang mengalami kekalahan saat itu, karena lebih menderita kerugian saat perang dibanding dengan musuh yaitu kaum Quraisy. Tapi dari kekalahan itulah, kita bisa mengambil pelajaran berharga.

 

Pengalaman berharga dari kisah Perang Uhud bisa kamu rasakan saat melakukan ziarah Jabal Uhud. Nanti saat kamu menunaikan ibadah haji atau umroh, pasti kamu akan diajak ke gunung yang satu ini. Memang Jabal Uhud seperti jadi destinasi wajib untuk para jamaah. Jadi pihak travel pasti akan mengajak kamu ke tempat bersejarah yang satu ini. Nah, saat itulah kamu bisa meresapi seperti apa suasana perang saat itu. Bagaimana orang-orang yang tidak menjalankan pesan nabi berakhir di tempat itu.

 

Pesan nabi? Pesan seperti apa? Kalau kamu ngga asing dengan Perang Uhud, kamu juga ngga akan asing dengan Perang Badar. Nah, kisah di Jabal Uhud sebenarnya di mulai dari sana. Setelah selesainya Perang Badar dimana kaum Quraisy yang mengalami kekalahan telak, kemudian mereka berniat untuk membalas kekalahan melalui Perang Uhud. Ngga tanggung-tanggung, kaum Quraisy menyiapkan pasukan lebih dari tiga ribu orang untuk bisa menang kala itu. Kabar banyaknya pasukan yang dimiliki oleh lawan, ngga membuat pasukan kaum muslimin gentar. Strategi perang pun disusun.

 

Salah satu strategi yang disampaikan oleh Nabi sebelum perang yaitu agar para pemanah yang diposisikan di atas bukit ngga meninggalkan posnya. Seperti apapun kondisinya, kalah atau menang, mereka harus tetap di sana. Kenapa begitu? Itu dilakukan supaya pasukan musuh ngga mengambil alih lokasi strategis. Kalau lokasi strategis itu sudah bisa dikuasai musuh maka mereka akan lebih leluasa untuk menyerang. Nah, di sinilah bagaimana pasukan kaum muslimin itu ngga menjalankan pesan Nabi. Mereka melanggar pesan Nabi karena tergiur dengan harta benda. Yang tadinya pasukan muslimin sudah didepan kemenangan, justru akhirnya mengalami lebih banyak kerugian.

 

Loh, kenapa pasukan pemanah ngga memegang amanah? Semua itu karena mereka tergiur pada harta benda dan terlalu percaya diri kalau sudah menang. Pasukan pemanah yang harusnya tetap di atas bukit turun demi mendapatkan harta yang sudah ngga bertuan, harta rampasan perang. Saat pasukan muslimin sibuk mengurusi harta benda itu, mulailah Khalid Ibnu Walid dan pasukannya untuk menaiki bukit menyerang pasukan muslim. Serangan balik yang ngga terduga itu akhirnya membuat banyak pasukan muslim gugur dalam Perang Uhud.

 

Kini, kamu sudah tahu pelajaran seperti apa yang bisa diambil dari ziarah Jabal Uhud kan? Kamu bisa lebih meresapinya nanti waktu ke sana. Jangan lupa waktu untuk menyimak penjelasan dari pemandu wisata karena biasanya memang pemandu wisata akan menceritakan sejarah tempat-tempat yang dikunjungi. Mungkin kamu akan mendapatkan kisah-kisah lainnya.

1
Ica Khaerunisah
Ica Khaerunisah Penulis lepas yang suka kopi sachet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *