Maulida Larasati Put Allah first, and you'll never be last | a Pluviophile :)

MEMAHAMI HUKUM DAN TATA CARA SUJUD SYUKUR

1 min read

MEMAHAMI HUKUM DAN TATA CARA SUJUD SYUKUR

Suasana ramai terasa di bandar udara Internasional Soekarno–Hatta. Terlihat wajah lega dan bahagia dari penumpang yang satu persatu mulai menuruni tangga pesawat. Yap, mereka adalah jemaah haji yang sudah selesai menunaikan kewajiban rukun islam terakhir dan kembali lagi ke Indonesia dengan selamat. Begitu mereka menginjakkan kaki di tanah, beberapa jemaah langsung melakukan sujud syukur. Mengucap terima kasih kepada Allah SWT atas kesempatan bisa memenuhi panggilan-Nya, serta kembali ke rumah tanpa kekurangan sesuatu apapun. Bukan cuma jemaah haji saja, kamu juga pasti pernah melihat beberapa orang melaksanakan sujud syukur karena suatu hal, misalnya seperti mendapat rezeki besar yang ngga terduga.

 

Ternyata, meski bisa dilakukan di manapun dan kapanpun, kita tetap harus memahami hukum dan tata cara sujud syukur supaya ngga salah kaprah dan sembarangan melakukannya. Menurut pendapat Imam Syafi’i dan ulama mahzab Syafi’iyah, hukum sujud syukur ini adalah sunah ketika mendapatkan kenikmatan yang luar biasa atau terhindar dari musibah. Abu Bakroh menyampaikan, “Nabi Muhammad SAW, yaitu ketika beliau mendapati hal yang menggembirakan atau dikabarkan berita gembira, beliau tersungkur untuk sujud kepada Allah SWT” (HR. Abu Daud No. 2774). Misalnya saja ketika mendapat kamu mendapat kabar diterima di perusahaan impian setelah sekian lama menganggur atau selamat dari musibah atau bencana alam.

 

Ulama Syafi’iyah dan Hambali juga berpendapat, “Tidak disunahkan untuk sujud syukur karena mendapatkan nikmat yang sifatnya terus menerus, yang tidak pernah terputus”. Meski bernafas, bergerak, atau keadaan tubuh sehat juga termasuk nikmat dari Allah SWT, bukan berarti kita harus sujud syukur setiap saat. Menurut mahzab Syafi’i, syarat sujud syukur sama dengan syarat sah salat dan sujud tilawah yaitu suci dari hadas kecil dan besar, pakaian dan tempat yang dipakai harus suci, menutup aurat, dan menghadap kiblat. Sedangkan pendapat dari Ibnu Taimiyah mengatakan sujud syukur ngga disyaratkan menghadap kiblat, juga ngga disyaratkan dalam keadaan suci karena sujud syukur ngga mencakup salat.

 

Tata cara sujud syukur dilakukan dengan sekali sujud. Dimulai dengan niat, dilanjutkan takbir sambil mengangkat kedua tangan, lalu kemudian bersujud sambil membaca bacaan sujud dalam salat. Setelah itu membaca doa “Sajada wajhiya lilladzi kholaqohu wa showwarohu wa syaqqo sam’ahu wa bashorohu bihaulihi wa quwwatih” dan diakhiri tanpa tasyahud dan salam.

1
Maulida Larasati
Maulida Larasati Put Allah first, and you'll never be last | a Pluviophile :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *