MEMAHAMI BIAYA NAIK HAJI

1 min read

MEMAHAMI BIAYA NAIK HAJI

Meski menunaikan ibadah haji adalah kewajiban, bukan berarti kita bisa memasrahkan begitu saja urusan ini ke pihak lain demi dapat berangkat ke Tanah Suci. Bisa-bisa malah kita gagal menjadi Haji lantaran tak memperhatikan poin-poin penting seputar ibadah Haji. Di Indonesia, bukan rahasia lagi bahwa jalan untuk menunaikan salah satu rukun Islam ini sangat panjang. Setelah buka tabungan Haji, bukan berarti kita bisa berleha-leha menunggu sampai dana yang ditabung cukup.

 

Kita masih harus antri sekian tahun kalau memang belum dapat giliran. Belum lagi kalau ada sengketa yang muncul di tengah jalan gara-gara hal tertentu antara pihak bank dan nasabah. Ada sejumlah poin yang wajib diperhatikan soal ibadah Haji. Yang pertama tentu biaya naik Haji, yang pada 2015 sudah turun dibanding tahun-tahun sebelumnya.

 

Menurut Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2015 tentang Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) Tahun 1436 H/2015 Ongkos Naik Haji (ONH) pada 2015 sebesar US$ 2.717 atau sekitar Rp 34 juta. Sedangkan ongkos haji pada 2014 sebesar US$ 3.219 atau sekitar Rp 41 juta.

Rincian biaya naik haji pada 2015 yakni:

  1. Biaya tiket, airport tax, dan passenger service : US$ 2.000

  2. Biaya pemondokan di Mekah : US$ 312

  3. Uang saku calon haji : US$ 405

Tapi sebenarnya biaya riil masing-masing komponen tidak sejumlah itu. Ada tambahan yang disebut dengan indirect cost atau bunga dari tabungan haji. Biaya ini otomatis terbayar dari tabungan haji kita. Rinciannya:

  1. Biaya tiket, airport tax, dan passenger service : US$ 146

  2. Biaya pemondokan di Mekah : US$ 889,2

2
dennistutuko