Desi Wulandari Buruh teks serabutan

MELIHAT PERADABAN ARAB SAUDI DI MUSEUM AL AMOUDI

1 min read

MELIHAT PERADABAN ARAB SAUDI DI MUSEUM AL AMOUDI

Selain beribadah, umrah juga jadi perjalanan penuh sejarah karena jemaah diajak buat pergi dan melihat-lihat ke tempat bersejarah, salah satunya yaitu Museum Al Amoudi. Nama museum ini diambil dari nama pendirinya, yaitu Abu Bakar Al Amoudi. Beliau membuat bangunan ini dari bahan yang cukup unik, yaitu campuran dari lumpur dengan susu, dan bagian langit-langitnya ditutup dengan menggunakan daun. Bangunan seluas 2.000 meter persegi ini terletak di Jalan Raya Mekah Jedah, 20 tahun sebelum jalan tersebut resmi dibuka pada 1435 H. Hal ini yang bikin Museum Al Amoudi jadi salah satu bangunan bersejarah yang patut dikunjungi oleh jemaah ketika melaksanakan umrah.

Tujuan dibangunnya Museum Al Amoudi ini memang untuk mengenalkan warisan Arab dari berbagai daerah di kerajaan Arab Saudi dan menampilkan warisan Mekah dalam bidang sosial dan budaya. Terutama mengenai kebangkitan dan perkembangan masyarakat Mekah dari masa lalu sampai saat ini. Di museum ini, jemaah bisa mengenal kebudayaan Arab zaman dulu melalui peralatan dan perkakas yang digunakan di kehidupan sehari-hari. Misalnya berbagai peralatan berburu, memasak, sampai dengan peralatan untuk menimba air pada masa Arab kuno. Jemaah bakal diajak melihat satu persatu ruangan di museum secara seksama. Butuh waktu sekitar 60 menit agar jemaah bisa melihat seluruh area di Museum Al Amoudi.

Nah, biasanya museum identik dengan suasana yang kaku dan serius. Namun, di museum ini jemaah bisa melakukan keseruan dengan berfoto bersama. Jemaah bisa berfoto di museum menggunakan pakaian khas yang dibuat dan disesuaikan pada masa Arab kuno, beserta dengan topi uniknya yang berbentuk tumpeng. Berlatar belakang gunung batu, jemaah bisa semakin berasa menjadi masyarakat Mekah di masa lampau. Bukan cuma itu, jemaah juga bisa mengambil foto seakan sedang mencium Hajar Aswad lho. Museum Al Amoudi ini memang menyediakan foto tiga dimensi Hajar Aswad. Kesempatan ini bisa digunakan buat jemaah yang ngga bisa mencium Hajar Aswad yang asli ketika di Kabah. Mengunjungi tempat dengan nilai sejarah tinggi seperti museum Al Amoudi ini ngga cuma menambah pengetahuan jemaah umrah yang datang tentang peradaban Arab Saudi dari masa ke masa, melainkan juga bisa menambah kecintaan terhadap tanah suci. Siapa tahu bakal muncul rasa rindu dan bikin jemaah ingin datang lagi ke tanah suci.

3
Desi Wulandari
Desi Wulandari Buruh teks serabutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *