sabila ainur a wanderer and a writer

MELANGGAR LARANGAN UMROH, JANGAN LUPA BAYAR DAM

1 min read

MELANGGAR LARANGAN UMROH, JANGAN LUPA BAYAR DAM

Sesuatu yang wajib lalu dilanggar, pasti ada sanksi nya dong? Begitu pun sama pelanggaran ketika ibadah umroh dan haji, yaitu dengan cara membayar dam. Buat yang belum tau nih, dam itu artinya darah.

 

Lantas, haruskah kita sedot darah buat mbayar pelanggaran tadi? 

 

Jangan berhenti baca disini makanya. Jadi gini, dam yang dimaksud adalah darah hewan ternak, seperti kambing atau sapi. Nah, buat jamaah haji atau umroh yang kelupaan atau tidak memenuhi rukun-rukun dan syarat wajib haji seperti seharusnya yang dicontohkan oleh Rasulullah shalallahualaihi wassalam, maka berarti dia harus membayar dam. Jenis-jenis dam yang harus dibayarkan sama jamaah juga beda-beda jenisnya, di antaranya adalah:

 

Dam Tartib dan Taqdir

 

Ketentuan dam jenis ini dikeluarkannya sama seperti memotong hewan kurban. Kalau jamaah tidak mampu, maka bisa diganti sama puasa 10 hari yang rinciannya itu 3 hari ketika berhaji, sama 7 hari ketika udah pulang kembali ke tanah asal. Buat yang mampu membeli hewan untuk dam, penyembelihan dilakukan di hari Nahar dan hari Tasyriq (10 sampai 13 Dzulhijjah) di kota Mekah atau Mina. Tapi harus diingat ya, buat si pelanggar itu ngga boleh ikut memakan hasil sembelihan dam tadi, tapi dibagikan kepada fakir miskin.

 

Jadi, jamaah yang melanggar apa sih yang harus membayar dam jenis tartib atau taqdir?

 

1. Jamaah sedang melaksanakan haji tamattu’ atau qiran

2. Tidak mengerjakan ihrom ketika miqat

3. Tidak melontar jumroh

4. Tidak menginap di Muzdalifah

5. Tidak bermalam di Mina

6. Tidak mengerjakan thawaf Wada’

7. tidak wukuf di arafah (kecuali terlambat karena udzur, maka hajinya diganti jadi umroh)

 

Dam Tartib dan Ta’dil

 

Seorang jamaah haji atau umroh wajib hukumnya membayar dam jenis ini kalau:

 

1. Bersetubuh sebelum tahalul awal. Ketika ini terjadi, maka haji jamaah otomatis batal dan wajib membayar denda dam tartib dan ta’dil yakni menyembelih 7 ekor domba atau seekor unta dan hajinya wajib di qadha di tahun berikutnya. Tapi kalau terkendala buat beli hewan ternak, maka bisa dengan memberi makan fakir miskin dengan seharga unta, atau digantikan dengan puasa dihitung per satu mud satu hari puasa (1 mud itu sama dengan 0,6 liter beras).

 

2. Ihshar (terhalang) atau ketika rangkaian haji tidak bisa dilangsungkan gara-gara ada kecelakaan, kematian mahram, atau ada kepungan musuh yang membahayakan. Orang yang ihshar ini namanya Muhshar, dan dia baru bisa bertahalul setelah menyembelih seekor kambing dan tidak perlu melanjutkan ibadah hajinya. Nah, seharusnya kan kambing untuk dam dikirimkan ke Mekah dan disembelih disana. Tetapi kalau tidak memungkinkan, maka boleh untuk menyembelih kambing di lokasi terhalangnya, setelah itu baru bertahalul. Ngga bisa beli kambing untuk dam? Bisa diganti dengan memberi makan fakir miskin atau berpuasa seperti ketentuan di poin satu tadi.

 

Dam Takhyir dan Taqdir

 

Dam takhyir dan taqdir ini bentuknya adalah menyembelih seekor kambing atau puasa selama 10 hari. Dan seorang jamaah harus membayar dam takhyir dan taqdir ini kalau:

 

1. Mencabut atau mencukur rambut di tubuh

2. Memotong kuku

3. Pakai baju ihrom yang berjahit

4. Pakai parfum atau wangi-wangian

5. Menutupi kepala buat jamaah laki-laki

6. Suami istri yang bersetubuh sebelum tahalul awal setelah jima’ pertama

7. Suami istri yang bersetubuh setelah awal, atau saling bercanda sampai muncul birahi

 

Dam Takhyir dan Ta’dil

 

Ngga sengaja atau bahkan sengaja membunuh hewan darat pas lagi manasik haji (kecuali hewan yang bikin bahaya, kaya kalajengking, sampai ular berbisa)? Itu berarti kamu harus membayar dam jenis takhyir dan ta’dil ini. Bisa dengan menyembelih hewan ternak, atau memberi makan orang miskin, atau berpuasa satu hari per satu mud.

 

Nah, sekarang udah tau yaa apa-apa aja jenis dam dan syarat-syaratnya. Jadi, jangan sampai nih udah jauh-jauh ibadah ke Tanah Suci, perjuangan kamu untuk ibadah jadi sia-sia karena melakukan pelanggaran atau bahkan sampai lupa membayarkan dam nya saat melanggar.

 

Dan lagi, para ulama juga menyebutkan kalau dam itu harus dibayarkan di tanah suci Mekah dalam waktu 11 sampai 13 Dzulhijjah, supaya membedakan antara membayar dam dan menyembelih hewan untuk kurban. Ntar repot kan kalau baru ngeh melanggar syarat haji pas udah balik ke tanah air. 

5
sabila ainur
sabila ainur a wanderer and a writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *