MASJID TERAPUNG

1 min read

MASJID TERAPUNG

Salah satu objek wisata bagi peziarah yang sangat terkenal di kota Jeddah yaitu Masjid Terapung, sebuah masjid yang didirikan Kerajaan Saudi Arabia, yang konon menurut cerita mulut ke mulut bahwa masjid ini merupakan tanah wakaf seorang janda kaya raya. Sebenarnya nama masjid ini adalah Masjid Fatimah saja, namun para peziarah sering mengaitkan dengan nama putri Rosulullah Saw yaitu Fatimah Az-zahra, karena dikhawatirkan terjadi salah pemahaman dikalangan orang awam seakan akan masjid ini milik putri Rosulullah, maka pihak kerajaan Arab Saudi mengganti nama masjid ini dengan nama Masjid Ar-rahmah.

 

Jamaah asal Indonesia lebih mengenal dengan nama Masjid Terapung, karena posisi masjid ini berada dipinggir pantai dan agak menjorok ke laut, sehingga masjid ini kelihatan seperti terapung diatas air laut merah. Siapapun muthowif akan selalu memperkenalkan kepada para jamaah dengan nama Masjid terapung, padahal nama masjid ini adalah Arrohmah seperti tertera pada tulisan didepan masjid.

 

Masjid Arrahmah ini tidak memiliki keistimewaan layaknya Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, kunjungan para peziarah Umroh atau Haji hanya semata mata kunjungan wisata belaka. Bahkan masjid yang ada di sepanjang pantai kota Jeddah ini bukan hanya Masjid Arrahmah saja tapi ada beberapa masjid yang didirikan oleh pihak kerajaan Arab Saudi sebagai tempat sholat untuk para wisatawan, seperti Masjid Ruwais, Masjid Qurnais, Masjid Pulau dan lain lain sebagainya

 

Masjid Arrahmah ini berukuran 20 x 30 meter ini dihiasi dengan banyak kaligrafi, melalui penggabungan arsitektur modern dan kuno membuat masjid ini sangat menarik untuk dikunjungi, selain itu tempat sholat yang luas dengan dekorasi yang sangat indah memang membuat nyaman orang yang berada didalamnya. Begitu juga peralatan audio berupa sound system bertekhnologi membuat suara azan atau imam menjadi sangat indah didengar telinga orang yang sholat didalamnya. Tempat wudhu yang terpisah antara jamaah laki laki dan perempuan juga dilengkapi dengan toilet dan kran kran air hangat pada musim dingin

 

Mungkin kita tidak akan menemui tulisan berupa larangan terjadinya kelompok kelompok yang melaksanakan sholat berjamaah, karena umumnya para jamaah Haji atau Umroh asal Indonesia seringkali melakukan sholat berjamaah berdasarkan agen perjalanan, mereka enggan untuk ikut berjamaah dengan jamaah agen perjalanan lain, padahal didalam fiqih para ulama telah tegas menyatakan makruh terjadinya kelompok kelompok sholat berjamaah dalam satu masjid. Karena memang fungsi masjid adalah alat pemersatu umat Islam.

 

Apabila para peziarah tiba siang hari di masjid ini, maka pemandangan pedagang kaki lima akan terlihat dengan jelas di pintu gerbang masjid dan jalan menuju masjid, pedagang kaki lima ini ternyata ada yang berasal dari Indonesia, mereka menjual makanan ala Indonesia seperti bakso, siomay, sate ayam hingga es campur dan lain lain sebagainya, sedangkan pedagang kurma muda dan mainan anak anak serta cindera mata dan oleh oleh, biasanya didominasi oleh pedagang asal pakistan dan afrika.

 

Jika para peziarah tidak memiliki mata uang Riyal, tidak perlu khawatir, sebab mereka juga menerima pembelian dengan mata uang rupiah. Jadi para peziarah tidak perlu repot repot harus menukar uangnya di money changer. Bahkan mereka pun menggunakan bahasa Indonesia dalam menjajakan barang dagangannya.

 

Entah siapa yang mengawali ziarah ke masjid ini, sehingga hampir menjadi wajib hukumnya para jamaah singgah di tempat ini sebagai salah satu program dari agen perjalanan Umroh atau Haji, padahal tidak ada keistimewaan pahala jika sholat didalamnya.

7
amandameta