Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

MAKAM NABI ADA DI DALAM MASJID, TERNYATA BEGINI SEJARAHNYA

1 min read

MAKAM NABI ADA DI DALAM MASJID, TERNYATA BEGINI SEJARAHNYA

Polemik terkait makam Nabi yang ada di dalam Masjid Nabawi sempat membuat jamaah haji serta umroh bertanya-tanya. Pasalnya, saat masih berada di Tanah Air, mereka mendapat bekal pemahaman agama yang menyatakan bahwa nggak boleh menunaikan sholat di dalam masjid yang ada kuburan atau pemakamannya. Tapi begitu sampai Madinah, ternyata di dalam Masjid Nabawi ada tiga makam sekaligus, masing-masing milik Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wassalam, Abu Bakar as Sidiq dan Umar bin Khattab. Trus gimana dong?

Ada beberapa hal yang penting kita ketahui terkait polemik ini. Pertama, makam Rasulullah awalnya bukan di dalam masjid melainkan di dalam rumah tempat tinggalnya. Pada masa Al-Khulafa Ar-Rasyidin juga tetap demikian. Namun saat Al Walid bin Abdul Malik memegang tampuk kepemimpinan, ia memerintahkan Gubernur Madinah Umar bin Abul Aziz untuk memperluas bangunan Masjid Nabawi. Sayangnya, perluasan ini dilakukan ke arah timur dan masuklah rumah Aisyah di dalamnya, termasuk makam Rasulullah, Abu Bakar dan Umar.

Para ulama, termasuk tujuh ahli fiqih Madinah, mengingkari perluasan Masjid Nabawi ke arah timur karena dalam hadist ditunjukkan dengan jelas larangan membangun masjid tepat di atas kuburan. Bangunan yang ada di atas makam Nabi memang adalah rumah beliau karena beliau dikubur di dalam rumahnya sendiri. Para sahabat radhiyallahu ‘anhum sengaja nggak membongkar rumah Aisyah. Takutnya nih, nanti orang-orang akan menggunakannya sebagai tempat sujud.

Ulama juga telah menyebutkan hal ini sebagai kesepakatan kaum muslimin. Nggak ada khilaf di antara para ulama terkait Rasulullah dikuburkan di tempat di mana beliau meninggal dunia, yaitu di rumahnya sendiri. Sepeninggal beliau, dimasukkan juga rumah-rumah istri beliau dalam masjid. Ini menjadikan kuburan beliau berada di dalam wilayah masjid itu sendiri.

Jadi, yang nggak boleh dilakukan ialah menjadikan kuburan sebagai masjid. Akan tetapi, makam Nabi yang menjadi bagian dari masjid karena adanya perluasan sama sekali nggak bertentangan dengan larangan yang ada dalam hadist. Intinya, nggak masalah sama sekali dengan adanya tiga makam di dalam Masjid Nabawi. Toh ketiganya bisa ada di sana karena perluasan Masjid Nabawi mengingat banyaknya jumlah jamaah yang datang. Bukan karena sengaja dibangun makam di atas masjid atau masjid di atas makam, ya. Kalau itu sih jelas nggak boleh.

2
Wahyu Tri Utami
Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *