MADINAH DI MUSIM DINGIN

1 min read

MADINAH DI MUSIM DINGIN

Mendengar cuaca dingin, bagi kita yang berada di Indonesia tentu langsung terbayang ke daerah Parahiyangan seperti Puncak, Ciwidey dan lain sebagainya, karena daerah itu memang udaranya sangat dingin dibanding dengan suhu di daerah lainnya di Indonesia. Namun saat kita menunaikan Ibadah Umroh atau Haji, tidak terlintas sedikitpun di pikiran kita bahwa daerah panas dan gersang tersebut memiliki suhu dingin.

 

Akan tetapi ternyata di daerah padang pasir itu juga terdapat musim dingin, karena daerah timur tengah ternyata memiliki dua musim yaitu musim panas dan musim dingin, beda dengan kita yang memiliki dua musim juga yaitu musim kemarau dan musim hujan. Cuma jika datang musim dingin, tidak harus identik dengan turunnya hujan. Karena jika datang musim dingin suhu bisa mencapai 5 derajat celcius, lebih dingin dari daerah puncak.

 

Hal ini juga sebenar diberitakan Allah didalam Al quran surat Al quraisy, dimana Allah memberitahukan tentang kenikmatan yang Allah berikan kepada suku Quraisy, dimana mereka diberikan kegemaran untuk melakukan perjalanan yaitu perjalanan musim panas dan musim dingin sebagai sarana untuk berniaga untuk kelangsungan hidup mereka di Makkah.

 

Oya penduduk Madinah, saat datang musim dingin menyediakan pemanas ruangan didalam ruangan rumah mereka, yang jarang sekali kita temui di Indonesia, ada yang menggunakan bahan bakar solar dan ada juga yang menggunakan listrik seperti AC. Begitu juga didalam kendaraan mereka juga memiliki system pemanas dan pendingin ruangan mobil.

 

Ketika mereka keluar rumah, mereka menggunakan jaket dan sorban sebagai penghangat badan, ada juga sih diantara mereka yang menggunakan pakaian biasa, mungkin karena terbiasa dengan suhu dingin tapi jarang sekali kita temui.

 

Musim dingin di tanah kaya petrol ini biasanya terjadi dari bulan November sampai Februari, dan puncaknya terjadi pada bulan Desember – Januari yang suhu nya mencapai 5 – 10 derajat celcius. Nah bagi kita yang ingin melaksanakan Umroh di bulan tersebut sebaiknya mempersiapkan pakaian musim dingin seperti jaket dan lainnya, karena dinginnya bisa sampai menusuk tulang. Apalagi saat berwudhu di Masid nabawi rasanya seperti berwudhu dengan air es.

 

Tapi untungnya pihak hotel menyediakan pemanas air di setiap kamar mandi sehingga jamaah yang tidak kuat berwudhu dengan air dingin bisa berwudhu dengan memadukan putaran keran air panas dan dingin sehingga mengeluarkan air hangat. Keadaan ini sangat menolong bagi jamaah yang telah berusia lanjut atau bagi yang tidak kuat dengan air dingin.

 

Selain membawa jaket, sebaiknya mempersiapkan balsem dan obat flu sebelum berangkat Umroh, khawatir perubahan cuaca akan membuat kita terserang flu. Belilah obat obat yang sesuai atau yang sering kita pergunakan saat di tanah air. Kaos kaki tebal juga diperlukan, untuk jaga jaga jika kita tidak dapat tempat didalam Masjid saat sholat, kita bisa sholat dihalaman Masjid tidak kedinginan.

 

Cuaca dingin ini akan bertambah saat malam tiba, yaitu saat masuk waktu Isya dan sebelum Shubuh, oleh sebab itu bagi kita yang akan berangkat Umroh pada bulan Desember dan Januari sebaiknya diperhitungkan dengan kondisi tubuh dan usia kita. Carilah program Umroh pada bulan Maret keatas karena cuca pada bulan tersebut sangat nyaman untuk beribadah.

10
dennistutuko