Ica Khaerunisah Penulis lepas yang suka kopi sachet

LARANGAN MEMBAWA BATU DARI TANAH SUCI, INI ALASANNYA

1 min read

LARANGAN MEMBAWA BATU DARI TANAH SUCI, INI ALASANNYA

Membawakan oleh-oleh untuk orang-orang tersayang tentu sangat boleh dilakukan. Oleh-oleh sesederhana apapun pasti akan membuat mereka bahagia. Tapi, jangan sampai melanggar aturan di tempat yang kita kunjungi demi mendapatkannya ya? Contohnya saja saat kamu pergi ke tanah suci. Salah satu yang harus kamu ingat yaitu jangan bawa pulang batu tanah suci walaupun niatnya untuk menyenangkan orang. Mungkin teman atau saudara titip untuk dibawakan batu saat kamu pulang umroh atau haji. Tapi, sekarang setelah tahu kalau hal itu dilarang, jangan segan untuk menolak permintaan mereka ya? Atau barangkali kamu sendiri yang menginginkan batu dari tanah suci untuk dijadikan koleksi? Nah, kalau begitu, kamu juga harus melupakan keinginan yang satu itu.  

 

Kalau menurut rumor yang beredar di masyarakat Indonesia sih, katanya membawa pulang batu dari tanah suci bisa menyebabkan orang jadi gila atau stress. Rumor itu asalnya dari kejadian seorang jamaah haji yang pulang ke Indonesia dalam keadaan stress karena selalu bermimpi agar batu yang dibawanya dari tanah suci dikembalikan ke tempatnya. Kamu jangan mau percaya dengan rumor seperti itu. Hal seperti itu bisa dikatakan mitos belaka karena ngga  ada keterangan kuat baik di Hadist maupun Al-quran. Tapi, soal larangan membawa pulang batu tanah suci memang benar adanya. Larangan yang satu ini harus kamu patuhi ya... 

 

Larangan membawa pulang batu tanah suci sudah ada sejak dulu. Larangan itu disampaikan oleh para pakar hukum islam. Tentu bukan hanya untuk jamaah dari Indonesia saja. Semua orang yang datang ke sana harus menaatinya. Beberapa kitab-kitab fiqih juga menyebutkan tentang larangan tegas para ulama untuk para jamaah haji dan umroh agar tidak membawa batu-batuan dari tanah suci. Bahkan, cuma sebutir debu saja juga tidak boleh, apapun alasannya. 

 

Apakah cuma batu-batuan saja? Nah, ternyata ngga cuma itu. Pokoknya semua bentuk alam yang ada di tanah suci tidak boleh dibawa pulang atau tidak boleh diambil dari tempatnya. Bentuk alam yang dimaksud itu adalah benda-benda yang tidak bisa berkembang atau tidak bisa diperbarui. Batu kan juga termasuk bentuk alam yang tidak bisa diperbarui. Oleh karenanya batu tanah suci tidak boleh dibawa pulang. Berbeda dengan air zam-zam, buah-buahan, dan sebagainya yang bisa berkembang, jadi boleh dibawa pulang.  

 

Sekarang kamu sudah tahu kan apa yang boleh dan ngga boleh dijadikan oleh-oleh dari tanah suci? Nanti kalau kamu mau membawa oleh-oleh buat saudara, teman, atau tetangga, bawa saja air zam-zam, buah-buahan, kacang-kacangan, termasuk barang-barang yang diproduksi secara terus menerus dari tanah suci. Wujud oleh-oleh ngga terlalu penting kok, yang penting itu nilainya buat mereka yang kamu bawakan. Oleh-oleh apapun pasti berarti dan membuat mereka bahagia. Mulai sekarang, lupakan keinginan menjadikan batu tanah suci sebagai oleh-oleh dan koleksi ya? 

1
Ica Khaerunisah
Ica Khaerunisah Penulis lepas yang suka kopi sachet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *