Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

LAILATUL QODAR DI TANAH SUCI DAN TANAH AIR, APA BEDANYA?

1 min read

LAILATUL QODAR DI TANAH SUCI DAN TANAH AIR, APA BEDANYA?

Menunaikan ibadah haji ataupun umroh bertepatan dengan Bulan Ramadhan seringkali jadi incaran kaum Muslim seluruh dunia. Bayangin aja, ibadah haji atau umroh itu sendiri sudah menjamin kita mendapat pahala berlipat ganda. Apalagi dijalankan saat Bulan Suci Ramadhan di mana pahala dari tiap ibadah akan turut dilipatgandakan. Singkatnya, kita bisa panen pahala hingga berlipat-lipat banyaknya. Belum lagi kalau kita berhasil mendapat Lailatul Qodar di Tanah Suci.

 

Jamaah umroh yang menanti datangnya malam Lailatul Qodar umumnya akan melaksanakan Itikaf di Masjid Nabawi maupun Masjidil Haram. Mereka jarang kembali ke hotel tempat menginap kecuali untuk mengganti pakaian atau keperluan penting lainnya. Pada malam-malam tersebut, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi bakal kebanjiran jamaah yang datang untuk beribadah.

 

Tapi, sebenarnya kapan sih Lailatul Qodar ini terjadi? Muslim di Mekkah dan Madinah beranggapan bahwa Lailatul Qodar terjadi di salah satu dari 10 malam ganjil terakhir bulan Ramadhan. Jadi, bisa dipastikan Lailatul Qodar terjadi antara malam ke-21, 23, 25, 27 atau 29. Sebagian ulama berpendapat Lailatul Qodar terjadi pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan berdasarkan hadist.

 

Dalam HR Bukhari dan HR Muslim disebutkan bahwa Aisyah berkata Rasulullah akan melakukan itikaf pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Sementara sebagian ulama lain berpendapat Lailatul Qodar di Tanah Suci akan terjadi pada 7 malam terakhir atau antara tanggal 23, 25, 27 dan 29. Pendapat ini didasari oleh hadist dari Ibnu Umar radhiyallahu anhu bahwa beberapa sahabat Rasulullah melihat Lailatul Qodar dalam mimpi di tujuh malam terakhir.

 

Beda lagi dengan penduduk Syam termasuk Lebanon, Suriah, Jordania dan Palestina. Kebanyakan dari masyarakat di negara-negara tersebut berpendapat bahwa Lailatul Qodar akan jatuh di malam ke-27. Pada malam tersebut, mereka akan berkumpul di masjid-masjid. Pendapat ini lagi-lagi didasari oleh hadist yang nggak kalah kuat, yaitu hadist Abu Daud.

 

Kebiasaan mencari Lailatul Qodar di Tanah Suci dan negara-negara Timur Tengah ini beda banget dengan umat Islam di Indonesia. Sedikit umat Islam Tanah Air yang memenuhi masjid pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Mereka justru terkesan lebih disibukkan dengan persiapan Hari Raya termasuk mencari baju baru, berburu tiket mudik hingga membeli aneka kue. Padahal intisari dari ibadah di bulan Ramadhan ialah mencari ridho Illahi. Terlebih, Lailatul Qodar adalah kesempatan yang diberikan hanya sekali dalam setahun, jadi sudah sepantasnya kita cari dan dapatkan demi memperoleh keistimewaan yang dijanjikan.

3
Wahyu Tri Utami
Wahyu Tri Utami dreamer by night, reader by day

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *