Ica Khaerunisah Penulis lepas yang suka kopi sachet

KUALITAS PEMBIMBING HAJI JADI SALAH SATU KUNCI KENYAMANAN BERHAJI

1 min read

KUALITAS PEMBIMBING HAJI JADI SALAH SATU KUNCI KENYAMANAN BERHAJI

Siapa umat islam di dunia ini yang nggak pengen pergi haji? Walaupun bukan sekarang, pasti setiap umat islam di seluruh penjuru dunia punya keinginan atau niat untuk menunaikan ibadah haji. Memang nggak jarang ada yang masih merasa ragu. Apa sih yang membuat mereka masih ragu untuk pergi haji? Bukan cuma alasan biaya, karena banyak juga yang beralasan belum siap saja. Memang buat menunaikan ibadah haji nggak cukup punya biaya saja ya, kesiapan batin juga penting sebagai salah satu kunci kenyamanan berhaji.

 

Selain kesiapan batin, kualitas pembimbing haji juga menjadi kunci kenyamanan berhaji lainnya. Para pembimbing akan menjadi orang yang akan memberikan dukungan moril bagi jamaah. Paling nggak, dengan pembimbing yang berkualitas, bisa meringankan keraguan atau ketakutan kita untuk menunaikan ibadah haji. Yap, takut, takut kena azab di tanah suci karena merasa punya banyak dosa. Pernah dengar rumor seperti itu kan? Bahwa kita bisa mendapat balasan di tanah suci. Ternyata rumor seperti itu cukup mempengaruhi mental sebagian calon jamaah. Tapi, tenang saja, rumor adalah rumor, kita tetap harus berpegang bahwa ibadah haji adalah wajib dan balasan perbuatan manusia ada di tangan Allah di hari akhir. Asalkan kita sudah bertaubat.

 

Pembimbing haji menjadi kunci kenyamanan berhaji karena mereka bertugas untuk membantu para jamaah haji agar lebih cepat menyesuaikan diri dengan tanah suci. Misalnya ada yang sakit di tengah pelaksanaan ibadah haji, pembimbing hajilah yang akan mendampinginya. Bagi jamaah, pembimbing haji jadi tempat bertanya apa saja, mulai dari urusan ibadah sampai urusan yang kecil-kecil seperti di mana tempat membeli oleh-oleh yang recommended. Begitu pentingnya peran pembimbing haji dalam pelaksanaan ibadah haji. Maka, makin berkualitas pembimbingnya, akan makin membuat nyaman para jamaah haji.

 

Untungnya, sekarang seleksi penerimaan pembimbing haji sudah makin ketat. Sudah ada sertifikasi pembimbing haji. Untuk bisa menjadi pembimbing haji, seseorang harus memenuhi beberapa syarat. Misalnya berusia maksimal 50 tahun, memiliki pengalaman membimbing selama dua tahun, dan juga diutamakan yang sudah berhaji. Nggak semua orang yang mengikuti sertifikasi pembimbing haji diloloskan. Memang harus memenuhi syarat-syarat yang sudah ditentukan. Hal itu diharapkan supaya kualitas haji meningkat, kenyamanan jamaah pun lebih terjamin.

 

 

image: https://sultra.antaranews.com

1
Ica Khaerunisah
Ica Khaerunisah Penulis lepas yang suka kopi sachet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *