Salsabila A a wanderer and a writer

KISAH SUS YATI, PENGASUH YANG DIBERANGKATKAN UMROH OLEH NON MUSLIM

1 min read

KISAH SUS YATI, PENGASUH YANG DIBERANGKATKAN UMROH OLEH NON MUSLIM

Siapa bilang berangkat ke Tanah Suci cuman buat orang-orang berduit aja? Yati buktinya. Meskipun hanya berprofesi sebagai asisten rumah tangga, Yati yang sudah berusia senja ini akhirnya bisa mewujudkan cita-citanya untuk beribadah di Tanah Suci, dengan bantuan majikannya yang justru beragama non muslim!

 

Nah, berita ini lagi anget-angetnya nih di media sosial. Setelah Wine Fallensky, anak asuh Yati, memposting cerita ini di akun Facebook nya, netijen pun beramai-ramai mengomentari postingan ini sampai akhirnya jadi perbincangan di mana-mana.

 

Wine Fallensky adalah anak yang diasuh Yati selama 24 tahun. Karena ingin mengungkapkan rasa terima kasih pada Yati yang sudah mengasuh bahkan mendidiknya sampai dewasa, Wine memberikan hadiah dengan memberangkatkan Yati ke Tanah Suci pada pertengahan bulan November lalu.

 

Nah, katanya nih keinginan Wine untuk memberangkatkan Yati ke Tanah Suci ini bahkan sudah direncanakan Wine sejak lama. Tapi Wine ngga berani bilang sama kedua orang tuanya. Ia lalu diam-diam mengalokasikan gaji pertamanya untuk membelikan paket perjalanan umroh khusus buat pengasuh kesayangannya itu.

 

‘…Sus Yati adalah seorang pekerja keras, sudah tua dan beberapa kali ingin pensiun tapi, masih harus mengirimkan uang untuk anak cucu karena keluarga nya cukup besar. Beliau juga orang yang sangat religius dan sudah lama sekali bermimpi untuk pergi ke Tanah Suci. Di usianya yang sudah senja, tubuhnya sudah tidak sekuat dulu…Saya jadi yakin akan menggunakan penghasilan pertama saya untuk memberangkatkan beliau ke Tanah Suci’

 

Kurang lebih itulah yang memotivasi Wine untuk akhirnya membantu Yati mewujudkan mimpinya bisa melihat langsung Baitullah. MasyaAllah..  

 

Belajar Menghargai Satu Sama Lain

 

Dari kisah Wine dan Sus Yati ini, ada satu pelajaran yang bisa kita ambil hikmahnya. Toleransi. Meskipun berbeda agama, tapi bukan berarti itu jadi pembatas antara satu sama lain bahkan sampai harus menuai konflik. Dalam surat Al-Kafirun ayat 6 kan disebutkan, lakum diinukum waliyadiin atau untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.

 

InsyaAllah, tidak ada larangan untuk kaum muslimin menjalin pertemanan dengan non muslim. Islam itu kan agama yang damai dan kalau kata Rasulullah shalallahu alaihi wassalam, Islam itu rahmat bagi semesta.

 

“Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS Al-Mumtahanah :8).

 

Belajar untuk Tidak Putus Asa atas Karunia Allah

 

Dari kisah Wine dan Sus Yati ini pula kita belajar untuk tidak putus asa atas karunia Allah. Kalau kita terus ikhtiar dan berdoa lillahi ta’ala, pertolongan Allah pasti datang, bahkan dari arah yang tidak kita duga sekalipun.

 

“Dan janganlah berputus asa dari rahmat Allah! Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (QS. Yusuf: 87)

 

Jadi, untuk kamu yang juga punya mimpi yang sama dengan Sus Yati untuk bisa berkunjung ke Baitullah, teruslah berusaha dan berdoa. Karena pertolongan Allah pasti datang pada hamba-Nya yang tidak berputus asa. InsyaaAllah..

5
Salsabila A
Salsabila A a wanderer and a writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *