Ica Khaerunisah Penulis lepas yang suka kopi sachet

KISAH DIBALIK LEMPAR JUMROH

1 min read

KISAH DIBALIK LEMPAR JUMROH

Semua hal yang kita lakukan saat ibadah haji pasti memiliki arti, tak terkecuali lempar jumroh. Lempar jumroh ternyata tak hanya sekedar melemparkan kerikil saja. Ada kisah dibalik lempar jumroh ini yang patut untuk kita teladani. Kalau sebelum berangkat haji kita tahu tentang apa makna dibalik kegiatan haji yang satu ini, pasti akan lebih memberikan kita kekhusyukan dalam melaksanakannya kan? Nah, seperti kegiatan haji lainnya, kisah ini juga bertumpu pada sosok nabi Ibrahim dan keluarganya. Tentang betapa teguh iman mereka dan luar biasanya keikhlasan yang mereka miliki.  

 

Kisah dibalik Lempar jumroh terjadi sekitar tahun 1870 SM atau sekitar 4.000 tahun lalu. Saat itu adalah ketika Nabi Ibrahim akan menyembelih putranya yaitu Nabi Ismail. Nah, kisah tentang Nabi Ibrahim yang harus menyembelih anaknya sendiri ini pasti sudah sangat familier buat kamu kan? Kisah ini pasti sudah sering kamu dengar, terutama pada khutbah atau pengajian menjelang hari raya idhul adha. Memang berbagai kisah tentang ibadah haji dan kurban akan selalu berkaitan dengan beliau dan keluarganya. Tak terkecuali kisah yang melatarbelakangi adanya lempar jumroh. 

 

Saat akan melaksanakan perintah Allah untuk menyembelih anaknya, setan datang menghampiri Nabi Ibrahim dengan tujuan menghentikan niat beliau. Namun, karena keyakinan dan ketakwaan Nabi Ibrahim kepada Allah SWT, maka beliau tetap melaksanakan perintah itu. Beliau mengambil tujuh kerikil untuk dilemparkan ke iblis yang menghasutnya. Inilah kisah dibalik lempar jumroh Ula.  

 

Bukan hanya Nabi Ibrahim saja yang mengalami kejadian itu. Setelah gagal menghasut Nabi Ibrahim, kemudian setan datang kepada istri dan anaknya, yaitu Siti Hajar dan Ismail. Setan mempengaruhi Siti Hajar, bahwa pasti sebagai seorang ibu tak akan tega kalau tahu buah hatinya akan dikorbankan. Ya, memang biasanya seorang ibu akan merasa seperti itu. Tapi, karena Siti Hajar juga memiliki keyakinan dan ketakwaan kepada Allah SWT seperti suaminya, maka ia melakukan hal yang sama seperti Nabi Ibrahim. Hajar melempari setan dengan kerikil di tempat yang selanjutnya digunakan sebagai tempat melempar jumroh wustha. 

 

Begitu juga Nabi Ismail. Setan menganggap bahwa keimanan beliau masih rapuh. Tapi setelah menghasut Nabi Ismail, setan kembali mendapat kekecewaan. Nyatanya meski masih muda, Nabi Ismail telah memiliki keimanan yang kukuh dan keyakinan kuat untuk melaksanakan perintah Allah SWT. Nah, setelah itu, ketiganya yaitu Nabi Ibrahim, Siti Hajar, dan Nabi Ismail bersama-sama melempari setan dengan batu kerikil. Kemudian tindakan tersebut diabadikan sebagai lemparan jumroh Aqabah. Seperti itulah kisah dibalik lempar jumroh yang bertumpu pada Nai Ibrahim dan keluarganya. 

 

Nabi Ibrahim dan keluarganya mendapat pujian dari Allah SWT. Sebagai bentuk keteladanan dan ketakwaan beliau dan keluarga, akhirnya pelemparan batu kerikil itu dijadikan sebagai kewajiban bagi para jamaah haji. Juga sebagai pelajaran bagi umat manusia. Pelajaran bagaimana menghadapi ujian Allah SWT. Kini, setelah mengetahui kisah dibalik lempar jumroh, pastinya kita akan lebih menghayati kegiatan lempar jumroh lebih dari pada melempar batu semata. 

 

 

 

 

Image: https://photo.sindonews.com/

7
Ica Khaerunisah
Ica Khaerunisah Penulis lepas yang suka kopi sachet

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *