Desi Wulandari Buruh teks serabutan

KESALAHAN DALAM THAWAF WADA YANG PERLU DIHINDARI

1 min read

KESALAHAN DALAM THAWAF WADA YANG PERLU DIHINDARI

Sebelum berangkat menunaikan ibadah haji, jemaah biasanya harus mengikuti manasik haji terlebih dahulu. Pentingnya manasik haji yaitu agar jemaah ngga melakukan kesalahan saat beribadah di tanah suci, salah satunya yang sering dilakukan yaitu kesalahan melaksanakan Thawaf Wada atau Thawaf perpisahan. Kesalahan dalam Thawaf Wada yang jemaah haji lakukan di antaranya:

 

1. Sebagian jemaah haji turun dari Mina pada hari Nafar sebelum melempar jumroh untuk Thawaf Wada, kemudian kembali lagi ke Mina untuk melempar jumroh, dan kemudian langsung pulang ke negara masing-masing dari Mina. Hal ini bertentangan dengan perintah Rasulullah SAW, bahwa tempat terakhir bagi jemaah haji adalah di Kabah. Seharusnya, jemaah menyelesaikan dahulu ibadah di Mina baru melaksanakan Thawaf Wada.

 

2. Kesalahan dalam Thawaf Wada yang sering dilakukan jemaah yaitu mereka ngga langsung pergi meninggalkan Mekah. Padahal Rasulullah SAW ngga melakukan Thawaf Wada kecuali langsung pergi dari Mekah. Beberapa ulama memang memberikan keringanan buat berdiam diri di Mekah setelah Thawaf Wada bagi mereka yang memiliki kepentingan, misalnya sudah masuk waktu salat atau keperluan perjalanan seperti membeli bekal dan menunggu teman.

 

3. Keluar dari masjid setelah Thawaf Wada dengan berjalan mundur, beranggapan bahwa hal itu adalah penghormatan kepada Kabah. Anggapan tersebut jelas ngga sesuai dengan hukum syariat Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Melakukan Thawaf Wada sendiri sudah masuk pada penghormatan kota Mekah. Jadi ngga perlu meninggalkan Kabah dengan berjalan mundur karena itu justru memperlambat urusan dan mengganggu orang lain.

 

4. Menoleh ke Kabah saat sudah tiba di pintu masjid, lalu berdoa seperti mengucapkan selamat tinggal kepada Kabah. Kesalahan dalam Thawaf Wada ini sama dengan sebelumnya, yaitu memperlambat urusan. Padahal harusnya jemaah haji yang sudah selesai melaksanakan Thawaf Wada harus menyegerakan meninggalkan Kabah dan kota Mekah. Meski merasa sedih karena harus meninggalkan Kabah dan Mekah, tetap beribadah seperti biasanya saja.

 

5. Meski menurut mazhab Syafi’I Thawaf Wada adalah sunah, tapi hukum sunahnya yaitu sunah mustaqillah atau sunah yang berdiri sendiri. Misalnya saja ada jemaah haji yang ngga langsung pergi dari Mekah atau menyegerakan urusan dan malah tidur di maktab atau penginapan setelah Thawaf Wada, maka diwajibkan buat dirinya membayar Dam atau denda. Dam yang sudah ditentukan yaitu menyembelih seekor kambing.

4
Desi Wulandari
Desi Wulandari Buruh teks serabutan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *