Salsabila A a wanderer and a writer

KEISTIMEWAAN BERDOA DI PINTU KABAH, FAKTA ATAU MITOS?

1 min read

KEISTIMEWAAN BERDOA DI PINTU KABAH, FAKTA ATAU MITOS?

Dalam menjalankan ibadah haji atau umroh, ngga sedikit jamaah yang merapatkan badan ke pintu Kabah. Tujuannya cuma satu, yakni berdoa di depan pintu tersebut. Bahkan, mereka ngga sekedar berdoa sendiri, namun turut serta mengajak anggota keluarga yang kebetulan beribadah umroh atau haji bersama. Konon katanya, ada keistimewaan tersendiri bagi mereka yang memanjatkan doa di depan pintu Baitullah. Nah, pertanyaannya, keistimewaan ini memang benar adanya atau hanya mitos belaka?

 

Mari kita telisik faktanya satu per satu sebelum ambil kesimpulan. Kabah ialah pusat kegiatan jamaah haji serta umroh selagi ada di Tanah Suci. Thawaf akan dilakukan mengelilingi kubus hitam tersebut guna memuliakan nama Allah subhanahu wa ta’ala. Kabah, atau dikenal pula sebagai Baitullah, sebenarnya memiliki dua pintu. Namun, satu pintu yang yang lebih banyak digunakan ada di samping Hajar Aswad.

 

Ngga tanggung-tanggung, pintu Kabah ini terbuat dari emas murni 99 karat yang berat totalnya hingga 280 kilogram. Nilai harga pintu ini pun bikin melongo, yakni 14.420.000 riyal! Jarak pintu dengan lantai thawaf kira-kira adalah 2.25 meter dan panjang daun pintu mencapai 3.06 meter sementara lebarnya 1.68 meter. Dalam catatan sejarahnya, pintu emas ini telah mengalami perubahan dari segi bentuk, bahan baku hingga sendinya.

 

Pintu yang sekarang bisa dilihat adalah hadiah dari Raja Saudi, Khalid bin Abdul Aziz. Beberapa ulama memfatwakan sunah masuk dalam Kabah. Alasannya ngga lepas dari tindakan Rasulullah yang juga masuk dalam Kabah. Beliau bersabda bahwa siapapun yang masuk dalam Baitullah, sama halnya seperti seseorang yang masuk dalam kebaikan, keluar dari kejahatan lalu mendapat ampunan. Super sekali, bukan? Rasulullah bahkan mencontohkan adab saat masuk dalam Kabah, yaitu membaca takbir, tasbih, tahmid, tahlil, doa serta istighfar.

 

Akan tetapi untuk saat ini, keadaan sudah berbeda seperti dulu. Jutaan umat manusia yang melaksanakan thawaf membuat siapapun ngga akan bisa santai berdiri di depan pintu guna memanjatkan doa. Gimana mau berdoa dengan khusyu kalau lautan manusia menerjang dari segala sisi? Bahkan, pintu ini hampir selalu dalam keadaan terkunci.

 

Rasulullah sendiri telah memberi alternatif pada Aisyah RA, istrinya, saat hendak masuk Kabah. Beliau menyarankan Aisyah agar shalat di Hijir Ismail agar lebih mudah dan tidak berdesakan. Terus, apakah kita gagal mendapatkan keistimewaan berdoa di depan pintu Kabah? Nyatanya, tak pernah disebutkan adanya keistimewaan berdoa sembari menghadap pintu emas tersebut. Jadi, mau berdoa depan pintu ya monggo, engga ya gak masalah!

 

 

 

 

oleh: Wahyu Tri Utami 

 

1
Salsabila A
Salsabila A a wanderer and a writer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *